BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Teknologi & Inovasi

Batik Sawit: Inovasi Berkelanjutan dalam Industri Kreatif Indonesia

22 Februari 2026|Inovasi batik ramah lingkungan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Batik Sawit: Inovasi Berkelanjutan dalam Industri Kreatif Indonesia

Produk kosmetik berbahan dasar kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi yang menjanjikan dalam industri sawit Indonesia.

Industri kelapa sawit semakin menunjukkan inovasi dengan produk batik yang ramah lingkungan, memperkuat identitas lokal dan memberdayakan UKM.

Industri kelapa sawit Indonesia terus berinovasi dengan memanfaatkan bahan baku yang ramah lingkungan, salah satunya adalah malam sawit yang digunakan dalam produk batik. Pada 22 Juli 2024, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengenakan selendang batik sawit karya UKM Sm-art Batik dalam acara Pahargyan Paramata di Yogyakarta. Acara tersebut merupakan malam penghargaan bagi wajib pajak dan stakeholder di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak DIY.

Selendang batik yang dikenakan oleh para pejabat tersebut diproduksi oleh CV. Smart Batik Indonesia (Sm-art Batik), sebuah UKM binaan Kementerian Keuangan Satu DIY. Miftahudin Nur Ihsan, CEO Sm-art Batik, mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat berkontribusi dalam acara bergengsi tersebut. "Kami sangat berterimakasih, Kanwil DJP DIY melibatkan UKM Kemenkeu Satu DIY untuk menyediakan selendang ini, sehingga kami dapat menunjukkan produk lokal yang berkualitas," ujarnya.

Penggunaan malam sawit sebagai bahan baku dalam pembuatan batik menunjukkan komitmen industri kelapa sawit untuk bertransformasi menjadi lebih berkelanjutan. Produk-produk ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai keberlanjutan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan tren global yang semakin mengutamakan produk ramah lingkungan dan beretika.

Inovasi di sektor ini juga berpotensi untuk menarik perhatian pasar internasional, terutama bagi konsumen yang peduli terhadap keberlanjutan dan etika produksi. Dengan dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, UKM seperti Sm-art Batik dapat berkembang lebih pesat dan berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian lokal serta nasional.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, diharapkan akan muncul lebih banyak inisiatif yang mendorong pemanfaatan sumber daya lokal dengan cara yang inovatif dan bertanggung jawab. Dengan demikian, industri kelapa sawit tidak hanya berfungsi sebagai penyedia bahan baku, tetapi juga sebagai pendorong kreativitas dan keberlanjutan di Indonesia.

Sumber:

  • Gubernur DIY dan Dirjen Pajak Kenakan Selendang Batik Sawit di Acara Pahargyan Paramata — Hai Sawit (2024-07-25)