BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

Tren Ekspor dan Harga CPO Sawit Indonesia di Tengah Tantangan Global

23 Februari 2026|Tren Ekspor dan Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Tren Ekspor dan Harga CPO Sawit Indonesia di Tengah Tantangan Global

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Ekspor produk sawit Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif, meski harga CPO tertekan oleh permintaan yang lesu dari China dan fluktuasi pasar global.

Kinerja ekspor produk sawit Indonesia mengalami peningkatan signifikan, meskipun harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) tertekan oleh kekhawatiran akan permintaan dari China. Data terbaru menunjukkan bahwa pada Maret 2025, ekspor sawit nasional mencapai 2,87 juta ton, dengan nilai mencapai Rp54 triliun. Namun, penurunan ekspor CPO menjadi sorotan utama, di mana volumenya menyusut dari 246 ribu ton pada Februari menjadi 169 ribu ton di Maret.

Ekspor produk olahan kelapa sawit justru melonjak, dengan produk olahan PKO mengalami kenaikan 49,15% dari 112 ribu ton menjadi 167 ribu ton. Kontribusi terbesar tetap datang dari produk olahan sawit, yang naik menjadi 2,128 juta ton. Hal ini menunjukkan pergeseran dalam permintaan pasar, di mana produk olahan semakin diminati dibandingkan dengan CPO.

Sementara itu, harga CPO di pasar internasional mengalami penurunan hampir 2%, mencapai di bawah MYR 3.870 per ton. Penurunan ini diakibatkan oleh melemahnya harga minyak nabati pesaing dan kekhawatiran akan data PMI dari China, yang merupakan salah satu pembeli utama CPO Indonesia. Para pedagang menggambarkan sentimen pasar yang lesu, meskipun terdapat dukungan dari langkah-langkah pemerintah China untuk merangsang perekonomian.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kelapa sawit Indonesia kini menjadi komoditas strategis di dunia, dengan permintaan tinggi dari negara-negara seperti Mesir, Pakistan, dan India. Hal ini menunjukkan peran vital sawit dalam mengurangi ketergantungan impor bahan bakar dan mendukung perekonomian nasional. Namun, harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani di Sumatra Utara mengalami penurunan, tertinggi di level Rp3.372,71 per kilogram akibat fluktuasi harga CPO di pasar global.

Dalam konteks kerjasama internasional, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Prancis untuk impor sapi, di mana sebagai imbalannya, Prancis akan menerima ekspor CPO dari Indonesia. Ini menunjukkan harapan baru bagi sektor pertanian dan perkebunan, di tengah tantangan pasar yang ada.

Meskipun tantangan tetap ada, seperti penurunan harga dan permintaan yang tidak menentu, peningkatan ekspor produk olahan dan kepentingan internasional terhadap kelapa sawit Indonesia memberikan harapan bagi industri ini. Ke depan, penting bagi pelaku industri untuk beradaptasi dengan dinamika pasar global dan meningkatkan nilai tambah produk sawit agar tetap kompetitif.

Sumber:

  • Ekspor Produk Sawit RI Naik Jadi 2,87 Juta Ton di Maret 2025, Nilai Tembus Rp54 Triliun โ€” Sawit Indonesia (2025-05-30)
  • Harga CPO Turun di Tengah Kekhawatiran Kelesuan Permintaan dari China โ€” Kontan (2025-05-30)
  • Harga Komoditas: Batu Bara Naik 4 Persen, Minyak Mentah Anjlok 1 Persen โ€” Kumparan (2025-05-30)
  • Prabowo Tegaskan Sawit Indonesia Jadi Komoditas Strategis Dunia, Ini 4 Negara yang Permintaan Tinggi โ€” Hai Sawit (2025-05-30)
  • Mentan Teken Kerja Sama dengan Prancis, Impor Sapi dan Ekspor CPO โ€” Kumparan (2025-05-30)
  • Ekspor dan Konsumsi Olahan Produk Sawit Naik, Stok Justru Turun โ€” Kompas (2025-05-30)
  • Harga TBS Sawit Sumut Hari Ini (305) Terkoreksi Lagi, Tertinggi Rp3.372,71 per Kg โ€” Bisnis Indonesia (2025-05-30)