Tantangan Harga Minyak Sawit di Tengah Permintaan yang Melemah

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.
Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan seiring dengan melemahnya permintaan di pasar utama, sementara harga kelapa dan santan melonjak menjelang Ramadhan.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mengalami penurunan tipis pada Rabu, 26 Februari 2025, dengan penetapan harga Rp 15.320/kg. Hal ini mencerminkan penurunan sebesar 0,23% atau sekitar Rp 35/kg dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp 15.355/kg. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi harga di pasar global, di mana harga kontrak minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia justru mengalami kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut, didorong oleh pembelian yang lebih murah.
Namun, situasi ini tidak sepenuhnya menggembirakan. Proses tender CPO oleh KPBN yang berlangsung pada periode yang sama berakhir dengan hasil withdraw (WD). Kenaikan harga yang tercipta sebelumnya sebesar Rp 80 per kilogram pada tender sebelumnya kini berbalik menjadi penurunan sebesar Rp 80 per kilogram lagi pada tender terbaru. Hal ini menunjukkan volatilitas yang tinggi dalam harga minyak sawit yang dipengaruhi oleh kondisi pasar.
Di sisi lain, analisis dari berbagai sumber memperkirakan bahwa harga minyak sawit akan terus merosot dalam satu hingga tiga bulan ke depan. Hal ini disebabkan oleh melemahnya permintaan di pasar-pasar utama seperti India. Thomas Mielke, Direktur Eksekutif Oil World, menyatakan bahwa tingginya harga saat ini telah menurunkan daya tarik minyak sawit dibandingkan dengan minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari. Jika permintaan tidak segera mengalami peningkatan, stok global minyak sawit diprediksi akan meningkat, yang dapat memicu penurunan harga lebih lanjut.
- Harga CPO April 2026 Naik 5,41% Jadi USD 989,63 per MT di Tengah Ketegangan Geopolitik (1 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO Naik 0,88% di Tengah Produksi Sawit yang Melambat (30 Maret 2026)
- Harga CPO Malaysia Capai Puncak Tertinggi dalam 15 Bulan (5 April 2026)
Sementara itu, di sektor lain, harga kelapa di Lampung mengalami lonjakan menjelang bulan Ramadhan. Pedagang mengungkapkan bahwa harga kelapa naik tiga kali lipat akibat kelangkaan pasokan. Harga satu gandeng kelapa yang sebelumnya Rp 7.000 kini melonjak menjadi Rp 22.000. Kenaikan harga ini berdampak langsung pada harga santan kelapa yang juga meroket, mempengaruhi pasar di daerah tersebut.
Kondisi ini menciptakan tantangan bagi konsumen dan pedagang, di mana kelangkaan barang dan ketidakpastian harga menjadi isu utama. Pedagang di Bengkulu melaporkan kesulitan dalam mendapatkan minyak goreng Minyakita, yang juga mengalami lonjakan harga, menambah kompleksitas situasi pasar saat ini.
Dengan beragam dinamika yang terjadi, baik di sektor sawit maupun kelapa, tampaknya para pelaku pasar harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi. Harga yang fluktuatif dan tingkat permintaan yang semakin melemah menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi dalam menjaga kestabilan industri.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Rabu (26 per 2), Harga CPO di Bursa Malaysia Masih Naik โ Info Sawit (2025-02-26)
- Malah Begini Nasib Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 26 Februari 2025 โ Media Perkebunan (2025-02-26)
- Harga Minyak Mentah Anjlok Usai Data Ekonomi AS Melemah โ Kumparan (2025-02-26)
- Permintaan Melemah Harga Minyak Sawit Diprediksi Turun Dalam 3 Bulan โ Kompas (2025-02-26)
- Pedagang Di Bengkulu Minyakita Susah Didapat Harga Tak Jelas โ Kompas (2025-02-26)
- Jelang Ramadhan Kelapa Di Lampung Langka Harga Santan Naik 3 Kali Lipat โ Kompas (2025-02-26)