BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Stabilitas Harga CPO: Harapan dan Tantangan di Pasar Kelapa Sawit

23 Februari 2026|Stabilitas Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Stabilitas Harga CPO: Harapan dan Tantangan di Pasar Kelapa Sawit

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Harga minyak sawit mentah (CPO) diprediksi akan tetap stabil hingga Juli 2025, namun para petani menghadapi tantangan akibat fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS) yang merugikan.

Pasar minyak sawit mentah (CPO) di Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Indonesia, mengalami dinamika yang menarik perhatian para pelaku industri. Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC) memperkirakan harga CPO akan stabil dalam kisaran RM3.900 hingga RM4.200 per ton hingga Juli 2025, meskipun stok sawit Malaysia pada Mei lalu mencapai level tertinggi dalam satu dekade, yaitu 1,77 juta ton. Proyeksi ini didorong oleh permintaan yang kuat dari negara-negara konsumen utama seperti China dan India, serta daya saing harga CPO yang meningkat dibandingkan minyak kedelai.

Harga CPO yang stabil ini memberikan harapan bagi perusahaan-perusahaan sawit, termasuk PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), yang mencatatkan laba bersih Rp 391,8 miliar pada kuartal I-2025, meningkat 45% dibandingkan tahun lalu. Lonjakan pendapatan LSIP didorong oleh harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan penjualan produk minyak sawit yang meningkat. Segmen minyak kelapa sawit mentah masih menjadi pendorong utama pendapatan perusahaan, menunjukkan bahwa stabilitas harga dapat memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan.

Namun, di tengah optimisme tersebut, para petani kelapa sawit di Berau, Kalimantan Timur, menghadapi tantangan yang signifikan. Mereka mengalami kerugian akibat harga Tandan Buah Segar (TBS) yang tidak stabil, dengan perubahan harga yang terjadi hingga delapan kali dalam sebulan. Praktik penetapan harga yang tidak menentu oleh PT Berau Agro Asia (BAA) menciptakan ketidakpastian finansial bagi para pekebun, yang mengharapkan adanya sosialisasi yang lebih baik dari perusahaan mengenai perkembangan harga.

Pada saat yang sama, harga CPO di Bursa Malaysia menunjukkan penguatan, dengan kontrak berjangka CPO Juli 2025 naik menjadi 4.087 ringgit per ton. Kenaikan ini dipicu oleh harga minyak kedelai yang meningkat dan sentimen positif dari investor, yang melihat potensi keuntungan dari investasi di saham-saham emiten sawit. Analis juga menyebut bahwa tren ini dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi saham secara selektif, sehingga memberikan prospek yang menarik di pasar saham.

Dalam konteks yang lebih luas, harga komoditas secara umum mengalami peningkatan, termasuk harga minyak mentah yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran. Hal ini menunjukkan bahwa pasar global dapat memiliki dampak yang luas terhadap harga CPO dan komoditas lainnya, menciptakan ketidakpastian yang harus dihadapi oleh para pelaku industri.

Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa faktor pendorong yang memberikan harapan akan stabilitas harga CPO, tantangan yang dihadapi oleh para petani menunjukkan bahwa ketidakpastian tetap menjadi isu yang perlu diperhatikan. Para pemangku kepentingan di industri kelapa sawit diharapkan dapat berkolaborasi untuk menciptakan sistem harga yang lebih transparan dan adil bagi semua pihak yang terlibat.

Sumber:

  • MPOC Perkirakan Harga CPO Bertahan di Kisaran RM3.900โ€“RM4.200 per Ton hingga Juli 2025 โ€” Info Sawit (2025-06-19)
  • Perbaikan Harga CPO Jadi Harapan Perusahaan London Sumatra โ€” Kontan (2025-06-19)
  • Harga TBS Tak Stabil, Petani Sawit Berau Merugi: Sampai Sekarang Tak Ada Sosialisasi โ€” Kompas (2025-06-19)
  • Harga CPO Tembus 4.000 Ringgit, Saham Emiten Sawit Dinilai Prospektif โ€” Bisnis Indonesia (2025-06-19)
  • Harga Minyak Sawit Diramal Stabil hingga Juli 2025, Ini Faktor Pendorongnya โ€” Liputan6 (2025-06-19)
  • Harga Komoditas Kompak Naik, Imbas Kekhawatiran Perang Israel-Iran โ€” Kumparan (2025-06-19)
  • Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Kamis (19 per 6), Harga CPO di Bursa Malaysia Cenderung Stagnan โ€” Info Sawit (2025-06-19)