Proyeksi Harga CPO dan Biodiesel di Tengah Tantangan Pasar Global

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) diproyeksikan mencapai RM4.000 per ton pada 2026 meskipun mengalami penurunan saat ini, sementara harga biodiesel juga mengalami koreksi.
Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) diperkirakan akan mencapai RM4.000 per ton pada tahun 2026, meskipun saat ini mengalami penurunan dari level tertingginya pada akhir 2024. Proyeksi ini muncul di tengah tantangan yang dihadapi sektor perkebunan, termasuk penurunan permintaan biodiesel global dan peningkatan pasokan dari negara penghasil terbesar kedua, Malaysia.
Menurut laporan terbaru dari Kenanga Investment Bank Bhd, meskipun harga CPO mengalami fluktuasi, pasar diharapkan tetap stabil. Pada kuartal pertama 2025, harga CPO sempat menikmati premium dibandingkan dengan minyak kedelai, namun keunggulan tersebut kini telah memudar. Penurunan permintaan biodiesel, khususnya dari Amerika Serikat, turut berkontribusi terhadap penurunan harga. Di sisi lain, defisit pasokan yang diperkirakan akan berlanjut sepanjang 2025 memberikan harapan bagi stabilitas harga di masa mendatang.
Dalam konteks harga biodiesel, data terbaru menunjukkan bahwa harga indeks pasar (HIP) biodiesel turun menjadi Rp13.742 per liter pada Mei 2025. Penetapan ini dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meskipun nilai konversi CPO ke biodiesel tetap stabil di US$85 per metrik ton. Penurunan harga ini menunjukkan adanya pengaruh dari faktor eksternal lainnya, seperti fluktuasi kurs dan harga CPO global.
- Harga CPO KPBN Naik 0,62% Menjadi Rp 15.712/Kg pada 27 Maret 2026 (27 Maret 2026)
- Harga Sawit di Sumbar dan PT Bensuli Salam Makmur Meningkat di Akhir Maret 2026 (30 Maret 2026)
- Harga CPO Berpotensi Naik Terkait Konflik Geopolitik, Harga Sawit Jambi Meningkat (27 Maret 2026)
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
Penting untuk dicatat bahwa langkah-langkah untuk menjaga transparansi harga Tandan Buah Segar (TBS) juga sedang dilakukan. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalimantan Selatan aktif melakukan pembinaan dan monitoring terhadap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) guna meningkatkan akurasi data produksi sawit. Dengan pengumpulan data yang lebih transparan, diharapkan dapat mendukung penetapan harga TBS yang lebih adil bagi para pekebun.
Di sisi lain, harga CPO juga tertekan akibat pasokan yang melimpah di Malaysia. Data menunjukkan bahwa harga CPO kontrak pengiriman Juli 2025 di Bursa Derivatif Malaysia naik 3,2% menjadi 3.937 ringgit per ton, meskipun harga telah turun 12% sejak awal tahun. Stok CPO yang melimpah di Malaysia menimbulkan kekhawatiran bahwa harga akan terus jatuh, bahkan mengingat harga telah anjlok 25% sejak mencapai puncaknya pada November 2024.
Kondisi ini menunjukkan kompleksitas pasar minyak sawit global, di mana berbagai faktor—mulai dari produksi, permintaan, hingga transparansi data—berperan dalam menentukan harga. Para pelaku industri perlu beradaptasi dengan dinamika ini untuk memastikan keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan negara-negara penghasil lainnya.
Sumber:
- Harga CPO Diproyeksi Capai RM4.000 per Ton pada 2026, Sektor Perkebunan Tetap Tangguh — Info Sawit (2025-05-13)
- Harga Biodiesel Mei 2025 Turun Jadi Rp13.742/Liter, Bioetanol Juga Terkoreksi — TVOne (2025-05-13)
- Disbunak Kalsel Dorong Transparansi Data Pabrik Sawit Demi Harga TBS yang Adil — Hai Sawit (2025-05-13)
- Harga Biodiesel Mei 2025 Turun Jadi Rp13.742 per Liter — Kontan (2025-05-13)
- Harga CPO Mendingin Akibat Pasokan Melimpah di Malaysia — Bisnis Indonesia (2025-05-13)