BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Perdagangan

Prabowo Dorong Kerja Sama Indonesia-Malaysia dalam Industri Kelapa Sawit

28 Januari 2025|Kerja Sama Indonesia-Malaysia
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Prabowo Dorong Kerja Sama Indonesia-Malaysia dalam Industri Kelapa Sawit

Prabowo memberikan pidato terkait industri kelapa sawit Indonesia menjelang pemilu 2026, menekankan pentingnya keberlanjutan sawit.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam industri kelapa sawit, yang menyuplai 80% produksi global.

(2025/01/28) Indonesia menyaksikan pertemuan penting antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama dalam sektor perdagangan dan investasi. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia dan Malaysia merupakan produsen terbesar kelapa sawit dunia, bertanggung jawab atas 80% dari total produksi global.

Prabowo menjelaskan bahwa kebutuhan akan kelapa sawit terus meningkat, dengan banyak negara, termasuk Mesir, India, dan Pakistan, yang secara aktif mencari pasokan dari kedua negara. "Setiap saya ke negara tertentu, mereka selalu mengatakan perlu kelapa sawit. Kita bisa berbuat banyak baik dalam hal ini," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan potensi besar yang dimiliki kedua negara dalam memenuhi permintaan global terhadap produk kelapa sawit.

Dalam konteks ini, kunjungan kenegaraan Prabowo ke India juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekspor sawit Indonesia. India telah menjadi salah satu pelanggan utama produk sawit Indonesia selama hampir setengah abad, dengan Indonesia mendominasi pangsa pasar ekspor ke India. Pada tahun 2023, total ekspor sawit Indonesia ke India mencapai 5,2 juta ton, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Malaysia yang hanya 2,9 juta ton.

Namun, Prabowo mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pangsa pasar Indonesia di India mulai tergerus. Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memperkuat kembali posisinya di pasar tersebut. "Ekspor kita ke India bisa lebih baik jika kita meningkatkan kerja sama dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan di sana," jelasnya.

Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam industri kelapa sawit tidak hanya penting untuk ekonomi kedua negara, tetapi juga untuk stabilitas pasar global. Prabowo menekankan perlunya tata kelola yang baik dalam pengelolaan kelapa sawit, sehingga dapat memenuhi standar internasional dan menjaga keberlanjutan lingkungan. "Kelapa sawit adalah komoditas yang sangat penting, dan kita harus memastikan pengelolaannya berjalan dengan baik," tambahnya.

Dalam pertemuan ini, Prabowo dan Anwar sepakat untuk saling mendukung dalam berbagai aspek terkait industri kelapa sawit, termasuk dalam hal investasi dan teknologi. Mereka percaya bahwa dengan bersatu, Indonesia dan Malaysia dapat lebih kuat bersaing di pasar global dan memenuhi kebutuhan negara-negara yang membutuhkan produk kelapa sawit.

Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara dan memberikan manfaat bagi petani kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia. Dengan dukungan yang kuat dari kedua pemerintah, industri kelapa sawit diharapkan dapat tumbuh dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Sumber:

  • Prabowo Setiap Saya Ke Negara Negara Tertentu Mereka Selalu Mengatakan Perlu โ€” Kompas (2025-01-28)
  • Kunjungan Presiden Prabowo Diharapkan Perkuat Ekspor Sawit Indonesia ke India โ€” Sawit Indonesia (2025-01-28)
  • RI-Malaysia Produksi 80% Sawit Dunia, Prabowo: Semua Negara Perlu โ€” Detik (2025-01-28)
  • Prabowo dan Anwar Perkuat Aliansi Sawit Dunia, Indonesia-Malaysia Kuasai 80% Produksi Global โ€” TVOne (2025-01-28)