Polda Riau Gelar Pemeriksaan 43 PKS, Rata-rata Harga TBS Riau Tercatat Rp3.167/kg

Gambar ini menunjukkan kebun sawit yang luas di Indonesia, terlihat dari sudut pandang udara.
(2026/06/11) Polda Riau memeriksa 43 pabrik kelapa sawit; rata-rata harga TBS tercatat Rp3.167 per kilogram dan tidak ditemukan penurunan masif.
(2026/06/11) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau memeriksa 43 pabrik kelapa sawit dan mencatat rata-rata harga Tandan Buah Segar (TBS) sebesar Rp3.167 per kilogram, dengan harga tertinggi Rp3.660/kg dan terendah Rp2.720/kg.
Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor B-134/RC.020/M/06/2026 tanggal 9 Juni 2026 tentang pemantauan harga TBS dan dilakukan pada Rabu, 10 Juni 2026, mencakup 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Ade Kuncoro, menyatakan bahwa 22 pabrik tercantum dalam surat Kementerian Pertanian namun Polda memperluas pemeriksaan menjadi 43 PKS. "Ada 22 PKS yang masuk dalam surat Kementerian Pertanian. Dan kami sudah melakukan pengecekan terhadap seluruh PKS tersebut. Bahkan kami melakukan pengecekan terhadap 43 PKS," kata Ade Kuncoro pada Kamis, 11 Juni 2026.
- Harga TBS Sawit Sumsel Tertinggi Rp4.040 per Kg, Infrastruktur Dipercepat di Kampar (21 April 2026)
- Harga TBS Kelapa Sawit Riau Turun di Bawah Rp 4.000 per Kg (22 April 2026)
- Uji Kompetensi dan SISKA: Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan di Perkebunan Sawit (27 April 2026)
- Kekurangan Boron pada Kelapa Sawit dan Dosis Ideal untuk Meningkatkan Produktivitas (3 April 2026)
Dari hasil pemantauan, harga TBS tertinggi ditemukan di PT MPS, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan sebesar Rp3.660 per kilogram, sedangkan harga terendah tercatat di PT Meskom Agrosarimas, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis sebesar Rp2.720 per kilogram.
Ade Kuncoro menjelaskan harga di bawah Rp3.000 per kilogram telah diklarifikasi oleh perusahaan terkait; rendahnya harga disebabkan kualitas rendemen buah yang diterima pabrik. "Bengkalis sudah klarifikasi, untuk harga yang di bawah Rp3.000 karena kualitas rendemennya rendah," ujar Ade.
Hasil pantauan Polda Riau menunjukkan hampir seluruh wilayah di provinsi ini kini mencatat harga TBS di atas Rp3.000 per kilogram, sehingga tidak ditemukan penurunan harga secara masif seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Rata-rata Rp3.167/kg menjadi indikator kondisi harga lokal setelah inspeksi lapangan.
Pemeriksaan oleh Polda Riau dilakukan dalam konteks pengawasan harga TBS nasional menjelang musim panen dan mengikuti instruksi pusat; kegiatan ini juga bertujuan memastikan penerapan kebijakan harga acuan serta perlindungan bagi petani sawit. Pemeriksaan lapangan yang melibatkan 43 PKS memberikan snapshot harga yang digunakan Kementan untuk memantau keseimbangan pasar lokal.
Sebagai data pembanding historis, rilis Kementerian Pertanian sebelumnya menempatkan perhatian pada fluktuasi rendemen dan dampaknya terhadap harga pembelian pabrik, terutama selama peralihan musim panen. Pemeriksaan di Riau mengonfirmasi bahwa variabilitas rendemen menjadi faktor utama perbedaan harga antar PKS yang diamati.
Jadwal tindak lanjut yang disebutkan Ade tidak merinci tanggal spesifik, namun aktivitas ini diinisiasi berdasarkan surat Menteri Pertanian tertanggal 9 Juni 2026, yang menjadi acuan pemantauan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum dan pengawas harga di daerah.
Sumber: