BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Korporasi & Bisnis

Plt Gubernur Riau Buka SIEXPO 2026, Dorong Investasi, Hilirisasi, dan Transfer Teknologi Sawit

6 Agustus 2026|Gubernur Riau Buka SIEXPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Plt Gubernur Riau Buka SIEXPO 2026, Dorong Investasi, Hilirisasi, dan Transfer Teknologi Sawit

Gambar ini menggambarkan proses hilirisasi produk sawit di Indonesia dengan pabrik dan berbagai produk minyak sawit.

(2026/08/06) Plt Gubernur Riau membuka SIEXPO 2026; harga TBS melonjak ke sekitar Rp3.500/kg dan panitia menargetkan 10.000 pengunjung selama tiga hari.

(2026/08/06) Plt Gubernur Riau Sofyan Franyata (SF) Hariyanto resmi membuka Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di SKA Co-Ex Pekanbaru, menyorot kenaikan harga tandan buah segar (TBS) ke sekitar Rp3.500 per kilogram dan harapan lahirnya investasi serta transfer teknologi.

Panitia menyebut SIEXPO 2026 mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit” dan menampilkan hampir 185 stan pameran yang mencakup pupuk, mekanisasi, produk hilir, teknologi, serta jasa keuangan; penyelenggara menargetkan total kunjungan 10.000 orang selama tiga hari dan melaporkan sekitar 4.000 pengunjung pada hari pembukaan.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan forum itu tidak sekadar pameran tetapi ruang untuk menghasilkan kesepakatan, transfer teknologi, perluasan pasar, serta investasi baru yang berpihak pada pekebun rakyat; dalam sambutannya ia menyatakan, “Kami berharap SIEXPO tidak hanya menghasilkan diskusi dan pameran, tetapi juga melahirkan kesepakatan, transfer teknologi, perluasan pasar, investasi baru, serta keberpihakan yang semakin kuat kepada perkebunan rakyat.”

SF Hariyanto memberikan konteks harga TBS dengan angka spesifik: harga yang sempat berada di kisaran Rp1.500–Rp1.800 per kilogram kini disebut telah meningkat menjadi sekitar Rp3.500 per kilogram; ia mengaitkan perbaikan harga dengan peningkatan perputaran ekonomi lokal, termasuk pusat perbelanjaan dan penjualan mobil.

Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2026 Qayuum Amri menyatakan peran strategis industri sawit bagi lapangan kerja dan penerimaan negara dengan menyebut kontribusi penerimaan negara yang diperkirakan mencapai sekitar Rp600 triliun setiap tahun; Qayuum juga merinci komposisi pameran dan kembali menegaskan target 185 stan serta target kunjungan 10.000 orang selama tiga hari.

SIEXPO 2026 menghadirkan delegasi beragam: pembukaan dihadiri Plt Gubernur Riau, Ketua Umum DPP APKASINDO sekaligus Ketua Dewan Pengarah SIEXPO Dr. Gulat Manurung, Ketua LAM Riau Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriadi, serta perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP); Sawit Setara melaporkan apresiasi Dr. Gulat atas upaya pemerintah provinsi menjaga stabilitas harga sawit.

Pemerintah Provinsi Riau menginformasikan pemanfaatan dana bagi hasil sawit tahun ini mencapai sekitar Rp110 miliar dan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan; SF Hariyanto menyatakan kondisi fiskal daerah masih berat karena pendapatan daerah banyak terserap untuk belanja pegawai sehingga mendorong kebutuhan kolaborasi dengan perusahaan perkebunan untuk mendukung pembangunan.

Selain pameran, panitia menggelar talkshow, pertemuan bisnis, dan pembagian doorprize setiap hari untuk mendorong adopsi teknologi di perkebunan; media center provinsi menegaskan tujuan agar sawit memberi manfaat besar bagi petani, UMKM, dan pembangunan daerah serta mendorong hilirisasi dan investasi.

Panitia melaporkan keterlibatan peserta regional termasuk Malaysia dan negara tetangga lainnya, dan berharap SIEXPO menjadi wadah mempertemukan pelaku usaha, akademisi, pekebun, penyedia teknologi, serta lembaga keuangan untuk membahas solusi atas tantangan domestik dan global yang dihadapi industri sawit.

Rangkaian acara SIEXPO dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan target kunjungan 10.000 orang dan hampir 185 stan; panitia mencatat sekitar 4.000 pengunjung pada hari pertama sebagai indikator awal respons peserta dan publik terhadap penyelenggaraan.

Sumber: