Pertamina Siapkan Produksi Bahan Bakar Ramah Lingkungan di Cilacap

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
PT Pertamina mempersiapkan teknologi pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar penerbangan ramah lingkungan di kilang Cilacap, yang ditargetkan beroperasi pada kuartal pertama 2025.
PT Pertamina (Persero) mengumumkan rencana ambisius untuk memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) di kilang BBM milik mereka di Cilacap, Jawa Tengah. Rencana ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi emisi karbon dan berkontribusi pada pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. SVP Research & Technology Innovation Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa teknologi yang akan diterapkan dapat mengolah minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai (Used Cooking Oil/UCO) menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
Oki menjelaskan bahwa pengolahan minyak jelantah ini diharapkan dapat dimulai pada kuartal pertama tahun 2025. “Nah ini yang akan sedang kita deploy ke Kilang Cilacap, mudah-mudahan di Q1-2025 kita sudah memproduksi Sustainable Aviation Fuel atau SAF dari UCO,” ungkapnya dalam program Energy Corner di CNBC Indonesia. Ini menjadi langkah strategis bagi Pertamina untuk beradaptasi dengan tren global dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mempromosikan energi terbarukan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menciptakan industri energi yang lebih bersih. Dengan memanfaatkan limbah minyak goreng, Pertamina tidak hanya mencari solusi untuk energi yang lebih berkelanjutan, tetapi juga mengatasi masalah limbah yang dihasilkan dari industri makanan dan restoran.
- Inovasi Limbah Kelapa Sawit Mendorong Keberlanjutan dalam Industri Pangan dan Kerajinan (4 Maret 2026)
- Inovasi dan Pertumbuhan: Dinamika Industri Kelapa Sawit Indonesia 2025 (23 Februari 2026)
- Kolaborasi di Sektor Sawit Digenjot untuk Perlindungan Anak dan Pemanfaatan Limbah (22 Maret 2026)
- Inovasi dan Tantangan di Sektor Kelapa Sawit Indonesia (23 Februari 2026)
Produksi SAF di kilang Cilacap diharapkan dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat akan bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan di pasar global, yang kini sedang mengalami transisi besar menuju keberlanjutan. Saat ini, industri penerbangan dunia berupaya keras untuk mengurangi jejak karbon mereka, dan SAF dianggap sebagai salah satu solusi paling efektif untuk mencapainya.
Dengan langkah ini, Pertamina tidak hanya berperan sebagai penyedia energi tetapi juga sebagai pionir dalam inovasi teknologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Diharapkan, keberhasilan proyek ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan energi lainnya di Indonesia untuk mengikuti jejak yang sama, dalam menciptakan produk-produk yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sumber:
- Q1-2025 kilang Pertamina di Cilacap Siap Hasilkan SAF — Sawit Indonesia (2024-12-27)