BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Diplomasi & Negosiasi

Perkembangan Ekonomi Indonesia: Tantangan Ekspor dan Kerja Sama Internasional

22 Februari 2026|Ekspor minyak sawit Indonesia
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Perkembangan Ekonomi Indonesia: Tantangan Ekspor dan Kerja Sama Internasional

Prabowo memberikan pidato di Brussels untuk membahas industri kelapa sawit Indonesia dan isu-isu terkait.

Ekspor minyak sawit Indonesia mengalami penurunan, sementara hubungan ekonomi dengan Prancis semakin diperkuat menjelang kunjungan Presiden Macron.

Indonesia menghadapi tantangan dalam sektor ekspor, terutama minyak sawit, yang mengalami penurunan signifikan selama tahun 2024. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melaporkan bahwa sepanjang tahun lalu, ekspor minyak sawit mentah (CPO) hanya mencapai 29,5 juta ton, dengan nilai total sebesar 27,76 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai 32,2 juta ton dan nilai ekspor 30,32 miliar dolar AS.

Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi di semua jenis produk minyak sawit kecuali oleokimia. Harga rata-rata Free on Board (FOB) dalam dolar AS juga menunjukkan tren yang tidak menguntungkan, yang berkontribusi terhadap penurunan nilai ekspor secara keseluruhan. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan kebijakan beberapa negara, termasuk China dan India, yang memangkas impor minyak sawit dari Indonesia.

Sementara itu, di tengah tantangan ini, Indonesia sedang berupaya memperkuat hubungan dagang dan investasi dengan negara-negara Eropa, khususnya Prancis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan Chairman of the Board of Business France, Pascal Cagni, di Paris. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas berbagai isu strategis dalam memperkuat hubungan bisnis antara kedua negara, termasuk dukungan Prancis terhadap proses aksesi Indonesia menjadi anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dalam konteks ini, Airlangga mendorong Prancis untuk mendukung penyelesaian perundingan Indonesia-Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), yang diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi produk-produk Indonesia di pasar Eropa. Kerja sama ini juga mencakup sektor perdagangan, investasi, dan industri pertahanan, menunjukkan komitmen kedua negara untuk saling menguntungkan dalam berbagai aspek ekonomi.

Menariknya, rencana kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia pada akhir Mei 2025 semakin menegaskan pentingnya hubungan bilateral ini. Menteri Ekonomi Prancis, Eric Lombard, mengungkapkan harapannya terhadap dialog ekonomi tingkat tinggi selama kunjungan tersebut. Lombard menegaskan bahwa Indonesia memegang peranan penting sebagai ekonomi terbesar di kawasan ASEAN, yang stabilitas dan pertumbuhannya sangat vital bagi Prancis.

Dengan adanya rencana kunjungan ini, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi kerjasama yang saling menguntungkan, terutama dalam konteks perdagangan dan investasi. Namun, tantangan yang ada di sektor ekspor, khususnya minyak sawit, tetap menjadi perhatian utama yang perlu diatasi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Sumber:

  • China Dan India Pangkas Impor Ekspor Minyak Sawit Indonesia Merosot โ€” Kompas (2025-03-07)
  • Indonesia Mendorong Prancis Mendukung Penyelesaian Perundingan I-EU CEPA โ€” Sawit Indonesia (2025-03-07)
  • Kunjungi RI di Bulan Mei, Presiden Prancis Bakal Bertemu Prabowo โ€” CNBC (2025-03-07)