BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Perdagangan

Perjanjian Dagang IEU-CEPA: Peluang Baru bagi Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

23 Februari 2026|Perjanjian Dagang IEU-CEPA
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Perjanjian Dagang IEU-CEPA: Peluang Baru bagi Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Airlangga Hartarto memberikan pidato terkait perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta.

Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) hampir rampung, memberikan harapan baru bagi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan global.

Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah mencapai tahap akhir, menandai langkah signifikan bagi Indonesia dalam memperkuat hubungan dagang dengan Uni Eropa. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa semua isu teknis dalam perundingan ini telah berhasil diselesaikan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan perjanjian dagang dengan negara-negara mitra strategis.

Perjanjian ini merupakan hasil dari negosiasi yang berlangsung selama sembilan tahun, dimulai pada tahun 2016. Menurut Airlangga, IEU-CEPA diharapkan dapat membuka pasar dan meningkatkan perdagangan serta investasi yang saling menguntungkan. Ia menekankan pentingnya perjanjian ini tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha nasional, yang akan merasakan manfaat konkret dari kesepakatan ini.

Salah satu aspek menarik dari kesepakatan ini adalah potensi pengalihan perdagangan. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment (CITI) Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, mengungkapkan bahwa IEU-CEPA dapat menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk melakukan trade diversion. Dalam konteks ini, jika Amerika Serikat menerapkan tarif tinggi pada produk tertentu, Indonesia dapat mengalihkan ekspornya ke Uni Eropa yang menawarkan akses pasar bebas tarif.

Dengan adanya IEU-CEPA, produk-produk Indonesia diharapkan dapat masuk ke pasar Uni Eropa tanpa dikenakan tarif, yang selama ini menjadi salah satu hambatan dalam perdagangan. Ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional, terutama di tengah situasi perdagangan global yang semakin ketat dan tidak pasti.

Dalam konferensi pers yang diadakan untuk mengumumkan perkembangan ini, Airlangga menekankan bahwa penyelesaian perundingan ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi. Ia juga mengajak pelaku usaha untuk mempersiapkan diri dalam memanfaatkan peluang yang ada setelah perjanjian ini resmi ditandatangani.

Kesepakatan IEU-CEPA ini dipandang sebagai angin segar di tengah perang tarif yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia. Dengan adanya perjanjian ini, Indonesia bisa memperluas pangsa pasarnya di Uni Eropa dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat. Hal ini sangat penting mengingat dinamika kebijakan tarif yang dapat berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Dalam beberapa bulan ke depan, diharapkan proses ratifikasi dan implementasi perjanjian ini dapat dilakukan dengan cepat, sehingga produk-produk Indonesia dapat segera menikmati manfaat dari perjanjian ini. Bagi masyarakat dan pelaku usaha, kesepakatan ini bukan hanya soal angka perdagangan, tetapi juga tentang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber:

  • Segera Rampung! Ini Manfaat Perjanjian dagang IEU-CEPA untuk RI โ€” CNBC (2025-06-08)
  • Perundingan RI & Uni Eropa Hampir Final, Ekspor Barang RI Bisa 0% โ€” CNBC (2025-06-08)
  • Kesepakatan IEU-CEPA Jadi Angin Segar di Tengah Perang Tarif โ€” MetroTV (2025-06-08)
  • Menanti Produk RI Bebas Tarif Masuk Uni Eropa โ€” Detik (2025-06-08)