Penurunan Harga TBS Sawit di Sumsel dan Sumut: Tantangan bagi Petani

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit mengalami penurunan signifikan di Provinsi Sumatera Selatan dan Sumatera Utara, menambah tantangan bagi petani sawit di kedua daerah tersebut.
Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Indonesia menjadi sorotan penting bagi para petani dan pelaku industri. Terbaru, harga TBS di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan yang cukup signifikan, yang dapat berdampak pada pendapatan petani dan keberlangsungan usaha mereka.
Di Sumsel, hasil dari Tim Penetapan Harga TBS menunjukkan bahwa pada periode II-Juni 2025, harga TBS sawit umur 10-20 tahun turun sebesar Rp46,08 per kilogram, menjadi Rp3.190,22 per kilogram. Penurunan ini terjadi meskipun harga untuk sawit umur 3 tahun masih tercatat di Rp2.693,07 per kilogram, dan secara keseluruhan harga TBS untuk berbagai umur juga mengalami variasi yang cukup besar. Misalnya, sawit umur 4 tahun harganya sebesar Rp2.776,41 per kilogram, sedangkan sawit umur 6 tahun dijual dengan harga Rp2.936,58 per kilogram.
Sementara itu, di Sumut, kondisi serupa juga terjadi. Pada periode 18-24 Juni 2025, harga TBS sawit umur 10-20 tahun mengalami penurunan yang lebih besar, yakni Rp78,73 per kilogram, sehingga harga menjadi Rp3.315,55 per kilogram. Harga untuk sawit umur 3 tahun tercatat di Rp2.511,38 per kilogram, dan meningkat seiring dengan umur tanaman, mencapai Rp3.236,81 per kilogram untuk sawit umur 10-20 tahun. Penurunan harga ini tentu menambah tantangan bagi petani sawit yang telah berinvestasi dalam usaha mereka.
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO Malaysia Capai Puncak Tertinggi dalam 15 Bulan (5 April 2026)
- Harga Sawit di Sumut dan Aceh Naik, CPO Referensi April 2026 Meningkat (1 April 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
Penurunan harga TBS di kedua provinsi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit di Indonesia. Meskipun permintaan global terhadap minyak sawit tetap ada, fluktuasi harga yang terjadi dapat mempengaruhi kesejahteraan petani dan keberlangsungan usaha mereka. Banyak petani yang berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga TBS agar tidak jatuh terlalu jauh, mengingat sawit merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga di daerah tersebut.
Para pelaku industri dan petani diharapkan untuk terus beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah, dan mencari solusi yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas TBS sawit. Selain itu, penting bagi pemerintah untuk menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu mengenai harga TBS agar petani dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan usaha mereka.
Dengan tantangan yang ada, upaya kolaboratif antara pemerintah, petani, dan pelaku industri sangat diperlukan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi sektor kelapa sawit di Indonesia.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Juni 2025 Turun Rp46,08 per Kg โ Info Sawit (2025-06-19)
- Harga TBS Sawit Sumut Periode 18โ24 Juni 2025 Turun Rp78,73 per Kg โ Info Sawit (2025-06-19)