BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Penurunan Harga CPO Januari 2025 dan Implikasinya bagi Industri Sawit

22 Februari 2026|Penurunan Harga CPO Januari 2025
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Penurunan Harga CPO Januari 2025 dan Implikasinya bagi Industri Sawit

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga referensi minyak kelapa sawit (CPO) untuk Januari 2025 mengalami penurunan, memicu perhatian dari pelaku industri dan analis pasar.

Harga referensi minyak kelapa sawit (CPO) untuk periode 1-31 Januari 2025 telah ditetapkan sebesar USD 1.059,54 per metrik ton (MT), menunjukkan penurunan sebesar USD 12,13 atau 1,13 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat di USD 1.071,67 per MT. Penetapan ini diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1685 Tahun 2024, yang juga menetapkan bea keluar (BK) CPO sebesar USD 178 per MT dan pungutan ekspor (PE) sebesar 7,5 persen dari harga referensi.

Penurunan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan global, serta pengaruh harga minyak nabati lainnya. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Isy Karim, menjelaskan bahwa kondisi ini menjadi tantangan bagi industri sawit Indonesia, yang sangat bergantung pada ekspor untuk pertumbuhan ekonomi.

Di tengah penurunan tersebut, beberapa perusahaan, seperti PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA), tetap optimis terhadap prospek pasar. CSRA berharap momentum pertumbuhan harga CPO yang positif dapat memberikan dampak signifikan bagi kinerja mereka di tahun 2025. Menurut data dari Trading Economics, harga CPO di pasar global sempat meloncat hingga RM 4.527 per ton pada awal Januari 2025 dan mengalami kenaikan 19,53% year on year.

Permintaan CPO dari negara-negara seperti China juga diharapkan dapat mendukung pemulihan harga di masa mendatang, terutama dengan kebijakan mandatori biodiesel B40 yang dapat meningkatkan konsumsi domestik CPO. Meskipun situasi saat ini menunjukkan penurunan harga, optimisme terhadap pemulihan nilai jual CPO tetap ada, mengingat potensi pasar yang masih terbuka lebar.

Namun, pelaku industri harus tetap waspada terhadap fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Keseimbangan antara produksi dan permintaan harus terus dipantau, agar industri dapat beradaptasi dan tetap kompetitif di pasar global. Sementara itu, pemerintah diharapkan dapat terus memberikan dukungan melalui kebijakan yang mendukung stabilitas harga dan keberlangsungan industri kelapa sawit di Indonesia.

Sumber:

  • Harga Referensi CPO Januari 2025 Diturunkan โ€” Info Sawit (2025-01-02)
  • Harga CPO Januari 2025 Turun, Ini Biang Keroknya โ€” Agrofarm (2025-01-02)
  • Cisadane Sawit Raya (CSRA) Siap Optimalkan Momentum Kenaikan Harga CPO โ€” Kontan (2025-01-02)
  • Referensi Harga CPO Januari 2025 Turun 1,13 Persen โ€” Info Sawit (2025-01-02)
  • Harga Referensi CPO Periode Januari 2025 Mengalami Penurunan Harga โ€” Sawit Indonesia (2025-01-02)
  • BK CPO 1 โ€“ 31 Januari 2025 Sebesar USD 178 per MT, PE CPO Sebesar USD 79,4653 per MT โ€” Sawit Indonesia (2025-01-02)
  • Harga Referensi CPO Periode Januari 2025 Turun 1,13 Persen โ€” Hai Sawit (2025-01-02)