Peningkatan Produktivitas Petani Sawit di Jambi Melalui Program Intercropping

Petani kelapa sawit Indonesia memanfaatkan drone dan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perkebunan.
Petani sawit di Jambi kini memanfaatkan lahan peremajaan sawit untuk menanam padi gogo, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan.
(2025/02/06) Indonesia menyaksikan langkah inovatif di sektor perkebunan sawit, khususnya di Provinsi Jambi, di mana petani sawit mengadopsi teknik intercropping dengan menanam padi gogo di areal peremajaan sawit rakyat (PSR). Langkah ini merupakan bagian dari program Tanam Padi PT Perkebunan Nusantara (TAMPAN) yang diluncurkan oleh Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo.
Program TAMPAN sebelumnya telah berhasil dilaksanakan di Provinsi Riau dan kini diharapkan dapat memberikan manfaat serupa di Jambi. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyebutkan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian BUMN dan melibatkan kolaborasi strategis dengan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Pertanian. Dengan melibatkan ratusan petani dari Koperasi Unit Desa (KUD) Dwi Jaya di Desa Tanjung Sari, Bahar Selatan, Muaro Jambi, program ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang ada, sehingga petani dapat memperoleh hasil yang lebih baik dari lahan yang terbatas.
Intercropping atau tumpang sari merupakan metode yang memungkinkan petani untuk menanam dua jenis tanaman secara bersamaan di lahan yang sama. Dalam konteks ini, padi gogo ditanam bersamaan dengan kelapa sawit, sehingga menghasilkan keuntungan ganda bagi petani. Dengan pendekatan ini, diharapkan tidak hanya produktivitas padi yang meningkat, tetapi juga keberlanjutan usaha perkebunan sawit, yang sering kali mengalami masalah ketika tanaman tidak dipelihara dengan baik atau lahan tidak dimanfaatkan secara optimal.
- Inisiatif Pengembangan Sektor Kelapa Sawit: Job Fair dan Kerja Sama Riset (23 Februari 2026)
- Petani Sawit Swadaya Lamandau Raup Rp737 Juta, Peningkatan Harga Terkini (1 April 2026)
- Transformasi dan Tantangan Petani Sawit di Indonesia: Antara Keberlanjutan dan Krisis Produktivitas (23 Februari 2026)
- Inovasi dan Tantangan dalam Industri Kelapa Sawit Indonesia (23 Februari 2026)
Keberhasilan inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi serupa. Dengan meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan petani, program ini fokus pada pengembangan kapasitas dan peningkatan kesejahteraan petani, yang menjadi salah satu tujuan utama dari program peremajaan sawit rakyat.
Melalui langkah-langkah inovatif seperti ini, diharapkan bahwa sektor perkebunan sawit di Indonesia dapat berkontribusi lebih positif terhadap perekonomian nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Ke depan, pengembangan metode pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Sumber:
- Petani Sawit Jambi Tanam Padi Gogo di Areal Peremajaan Sawit — Liputan6 (2025-02-06)