BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Kelembagaan Petani

Krisis Sertifikasi dan Penurunan Harga TBS Ancam Keberlangsungan Petani Sawit di Jambi

22 Februari 2026|Krisis Sertifikasi dan Harga TBS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Krisis Sertifikasi dan Penurunan Harga TBS Ancam Keberlangsungan Petani Sawit di Jambi

Gambar ini menunjukkan logo ISPO, sertifikasi untuk industri kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.

Petani sawit di Jambi menghadapi tantangan serius dengan penolakan dokumen sertifikasi RSPO dan penurunan harga tandan buah segar (TBS) yang merugikan.

Petani sawit di Jambi saat ini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan, menyusul penolakan Kepala Desa Tri Mulya Jaya terhadap dokumen sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan penurunan harga tandan buah segar (TBS) yang berpotensi merugikan mereka. Situasi ini menciptakan ketidakpastian bagi ratusan petani yang bergantung pada keberlanjutan usaha mereka.

Kepala Desa Tri Mulya Jaya, Moch Nuryasin, menolak menandatangani 155 dokumen yang merupakan syarat penting bagi sertifikasi RSPO. Penolakan ini diduga terkait dengan adanya permintaan pungutan liar yang tidak sesuai harapan. Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mandiri, Nur Hadi, menyatakan bahwa dokumen tersebut telah diserahkan hampir sebulan lalu, namun alasan penolakan dari Kades tidak pernah dijelaskan secara transparan. Akibatnya, ratusan petani di desa tersebut terancam gagal mendapatkan sertifikat RSPO, yang sangat penting untuk akses pasar dan keberlanjutan usaha mereka.

Selain masalah sertifikasi, petani sawit mitra plasma di seluruh Provinsi Jambi juga harus menghadapi kenyataan pahit mengenai penurunan harga TBS. Menjelang akhir tahun 2024 dan awal tahun baru 2025, harga TBS yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jambi turun sebesar Rp 172,67. Penurunan ini sangat signifikan dan membuat harga TBS untuk usia tanam 10-20 tahun menjadi lebih tidak menguntungkan bagi para petani. Hal ini menambah beban mereka yang sudah terpuruk akibat ketidakpastian sertifikasi RSPO.

Dengan situasi yang semakin mencekik, para petani kini merasa terjebak dalam lingkaran masalah yang tidak kunjung usai. Penolakan dokumen sertifikasi oleh kepala desa tidak hanya mengancam keberlanjutan usaha mereka, tetapi juga memperburuk kondisi keuangan mereka yang sudah terpuruk oleh harga TBS yang terus menurun. Dalam konteks ini, penting bagi pihak berwenang untuk segera mencari solusi yang tepat agar petani sawit dapat memperoleh sertifikasi yang diperlukan dan mendapatkan harga yang adil untuk produk mereka.

Ke depan, diharapkan adanya dialog yang konstruktif antara petani, pemerintah, dan pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan masalah ini. Tanpa adanya langkah nyata, keberlangsungan usaha petani sawit di Jambi bisa terancam, dan hal tersebut akan berdampak buruk pada perekonomian lokal serta kesejahteraan masyarakat.

Sumber:

  • Kades Tri Mulya Jaya Diduga Lakukan Pungli, Ratusan Petani Sawit Terancam Gagal Sertifikasi RSPO โ€” Info Sawit (2024-12-26)
  • Masuki Akhir 2024 dan Awal 2025, Petani Sawit Mitra Plasma Jambi Kembali Gigit Jari โ€” Media Perkebunan (2024-12-26)