Penang Olah Limbah Makanan Bazaar Ramadan Jadi Kompos dan Biodiesel

Proses penuangan minyak bekas memasak (UCO) ke dalam wadah, menggambarkan limbah minyak goreng dari industri kelapa sawit.
Pemerintah Kota Penang mengolah limbah makanan bazaar Ramadan menjadi kompos dan biodiesel, mengurangi dampak lingkungan dan menciptakan produk berkelanjutan.
(2026/03/09) Pemerintah Kota Penang Island (MBPP) mulai mengolah sekitar 30 ton limbah makanan setiap hari dari 26 lokasi bazaar Ramadan menjadi kompos dan biodiesel. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi limbah dan mendukung upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di Pulau Penang.
Wali Kota MBPP, Datuk A. Rajendran, menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, total limbah makanan yang diperkirakan akan dikumpulkan mencapai sekitar 900 ton. Proyek pengolahan limbah ini dilaksanakan di Bazaar Ramadan Bayan Putra, dekat Queensbay Mall, yang menjadi lokasi percontohan bagi program ramah lingkungan ini.
Mesin pengolah limbah makanan yang digunakan akan memisahkan komponen limbah menjadi minyak, partikel halus, dan air jernih. Pengolahan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi volume limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga untuk memproduksi biodiesel yang dapat digunakan sebagai alternatif energi terbarukan, serta kompos yang dapat dimanfaatkan dalam pertanian.
- BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Awal dan Kering, Waspadai Dampak Lingkungan (28 Maret 2026)
- Inovasi Energi Hijau di Kutai Timur: Mengubah Limbah Sawit Jadi Solusi Krisis Energi (23 Februari 2026)
- Mengubah Limbah Sawit Menjadi Energi: Langkah Ramah Lingkungan Indonesia (3 Maret 2026)
- Wilmar International Berkomitmen pada Pengurangan Emisi Karbon Melalui Target Berbasis Sains (22 Februari 2026)
Inisiatif ini menggambarkan komitmen pemerintah lokal dalam menghadapi tantangan pengelolaan limbah, terutama selama bulan Ramadan ketika jumlah limbah makanan meningkat secara signifikan. Dengan keberhasilan proyek ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola limbah dengan cara yang lebih berkelanjutan.
Pemanfaatan limbah makanan menjadi biodiesel dan kompos merupakan langkah penting dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, langkah ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan.
Sumber:
- Dari berbagai sumber