BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Berita Harian

Pembunuhan Bos Sawit di Riau: Motif Sakit Hati dan Pencarian yang Tak Berujung

23 Februari 2026|Pembunuhan bos kelapa sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Pembunuhan Bos Sawit di Riau: Motif Sakit Hati dan Pencarian yang Tak Berujung

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Kasus pembunuhan Suyono, bos kelapa sawit di Riau, mengguncang masyarakat setempat. Pembunuhan ini terungkap setelah jasad korban dibuang ke sungai dan pencarian yang intensif tidak membuahkan hasil.

Kasus pembunuhan seorang bos kelapa sawit bernama Suyono (67) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, telah mengguncang masyarakat dan menciptakan keprihatinan mendalam. Suyono dibunuh oleh dua pegawainya, Ari Saputra (26) dan Viris Vavo (24), akibat sakit hati yang berujung pada tindakan kriminal yang tragis.

Peristiwa ini bermula ketika anak korban, Dwi Wahyuningsih (26), melaporkan kehilangan ayahnya ke Polsek Peranap setelah tidak dapat menghubungi Suyono sejak 10 Mei 2025. Laporan tersebut memicu penyelidikan yang akhirnya mengungkap bahwa Suyono telah dibunuh oleh dua orang yang seharusnya ia percayai. Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menjelaskan bahwa pembunuhan ini terungkap setelah 18 hari, ketika polisi berhasil menangkap kedua pelaku pada 28 Mei 2025.

Berdasarkan keterangan dari pelaku, mereka mengaku membunuh Suyono karena merasa sakit hati sering dimarahi oleh korban. Meski demikian, pihak kepolisian mencurigai adanya motif ekonomi di balik tindakan mereka, karena setelah pembunuhan, pelaku juga mengambil barang-barang berharga milik Suyono, termasuk sepeda motor dan ponsel. Penangkapan pelaku menciptakan harapan bagi keluarga dan masyarakat bahwa keadilan akan ditegakkan.

Setelah penangkapan, pencarian jasad Suyono dimulai, namun hingga saat ini, jasadnya belum ditemukan. Pencarian yang dilakukan di Sungai Indragiri melibatkan tim gabungan dari Polres Inhu, Koramil, dan masyarakat setempat, namun hasilnya nihil. Kapolres Fahrian menyatakan, pencarian dihentikan setelah dua hari tanpa hasil, dan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.

Di sisi lain, peristiwa ini bukanlah satu-satunya kasus pembunuhan yang mengganggu ketentraman masyarakat di Riau dan sekitarnya. Di Tapanuli Selatan, penemuan kerangka seorang pria bernama Abdul Rahman Pohan (27) di kebun sawit menambah daftar keprihatinan. Korban ditemukan dengan kondisi sudah menjadi kerangka, diduga ditembak dan dipukuli oleh tiga pelaku yang telah ditangkap oleh polisi. Motif pembunuhan ini diduga karena para pelaku curiga bahwa korban hendak mencuri, meskipun keluarga korban menyatakan bahwa ia sering mengalami kebingungan.

Kasus-kasus ini menunjukkan betapa pentingnya upaya pencegahan dan penegakan hukum yang lebih tegas dalam menghadapi kekerasan dan kejahatan yang terjadi di industri kelapa sawit. Masyarakat berharap, dengan penangkapan pelaku dan penyelidikan yang mendalam, semua kasus pembunuhan ini dapat diusut tuntas, dan keadilan dapat segera diberikan kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Sumber:

  • Jasad Bos Sawit yang Dibuang ke Sungai oleh Anak Buahnya Belum Ditemukan, Pencarian Dihentikan โ€” Kompas (2025-05-30)
  • Awal Mula Pembunuhan Bos Sawit di Inhu Riau Terbongkar Usai 18 Hari โ€” Detik (2025-05-30)
  • Dalih Sakit Hati Duo Pegawai Bunuh Bos Sawit di Inhu Riau โ€” Detik (2025-05-30)
  • Jasad Bos Sawit Korban Pembunuhan di Riau Belum Ditemukan โ€” Detik (2025-05-30)
  • Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Tapsel, Korban Tewas Ditembak โ€” Detik (2025-05-30)