BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Kebijakan Energi

Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Melalui Peremajaan Sawit dan Biodiesel

22 Februari 2026|Peremajaan sawit dan biodiesel
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Melalui Peremajaan Sawit dan Biodiesel

Eddy Abdurrachman menyampaikan pidato mengenai program BPDP untuk pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia.

Pemerintah Indonesia tengah mengintensifkan program peremajaan sawit rakyat dan meningkatkan produksi biodiesel sebagai langkah strategis untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.

Pemerintah Indonesia tengah berupaya menciptakan pusat ekonomi berkelanjutan dengan memperkuat program peremajaan sawit rakyat (PSR) dan meningkatkan produksi biodiesel. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor pertanian dan energi terbarukan.

Program PSR yang diinisiasi oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan kemitraan yang lebih baik antara perusahaan dan petani. Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menjelaskan bahwa PSR merupakan program yang melibatkan perusahaan sebagai inti dan petani sebagai plasma. Sejak diperkenalkan pada 1980-an, program ini telah melalui beberapa fase, termasuk Pola Inti Rakyat Perkebunan (PIR-BUN) dan Pola Kredit Koperasi Primer untuk Para Anggota (PIR-KKPA). Dengan adanya program ini, petani kelapa sawit diberikan bantuan dana senilai Rp30 juta per hektarenya untuk melaksanakan replanting atau penanaman kembali pohon sawit yang tua dan rusak.

Dalam konteks pengembangan energi terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan komitmennya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui peningkatan pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis sawit, yakni biodiesel. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa target produksi biodiesel direncanakan untuk meningkat menjadi 15,8 juta kiloliter (KL) dari target sebelumnya sebesar 13,4 juta KL. Peningkatan ini diharapkan bisa mengurangi subsidi untuk impor BBM dan mendorong penggunaan sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Sinergi antara program peremajaan sawit dan peningkatan produksi biodiesel menunjukkan upaya pemerintah untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi besar dari industri kelapa sawit, diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan petani tetapi juga mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dari ketergantungan terhadap energi fosil. Program-program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

Sumber:

  • Langkah Pemerintah dalam Membangun Pusat Ekonomi Berkelanjutan: Sorota... โ€” Hai Sawit (2024-04-27)
  • Tingkatkan Produksi Biodiesel untuk Mengurangi Impor Minyak Bumi โ€” Hai Sawit (2024-04-27)