Menteri Pertanian Dorong Hilirisasi Komoditas Perkebunan untuk Tingkatkan Ekonomi Nasional

Produk kosmetik berbahan dasar kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi yang menjanjikan dalam industri sawit Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya hilirisasi komoditas perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia di pasar global.
(2025/07/30) Indonesia menyaksikan langkah strategis dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya dalam hilirisasi komoditas perkebunan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah (Rakordal) Triwulan II Tahun 2025 di Yogyakarta. Dalam acara tersebut, ia menggarisbawahi perlunya transformasi dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi negara yang mampu mengolah dan mengekspor produk perkebunan bernilai tambah tinggi.
Mentan Amran menjelaskan bahwa pencapaian stok beras nasional tertinggi sepanjang sejarah, yang mencapai 4,2 juta ton, menjadi momentum bagi Indonesia untuk 'naik kelas' dalam pengolahan komoditas. Ia menekankan bahwa selama ini Indonesia hanya menjadi pasar bagi produk olahan dari negara lain, terutama untuk komoditas seperti kakao dan kopi. Dengan mengimplementasikan hilirisasi, ia yakin Indonesia dapat meningkatkan daya saing di pasar global.
Hilirisasi komoditas perkebunan bukan hanya tentang meningkatkan nilai tambah, tetapi juga tentang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan. Dengan memperhatikan kualitas dan inovasi dalam pengolahan produk, Indonesia berpotensi untuk menjadi eksportir utama di sektor perkebunan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional.
- Hilirisasi dan Tantangan Sektor Hulu Sawit Indonesia: Tindakan Nyata Menuju Keberlanjutan (23 Februari 2026)
- Hilirisasi Kelapa Sawit: Strategi Kementan Memperkuat Posisi Indonesia di Pasar Global (1 Maret 2026)
- Hilirisasi Kelapa Sawit: Kunci Kesejahteraan Buruh dan Daya Saing Industri (22 Februari 2026)
- Strategi Hilirisasi dan Ekspor Kelapa Sawit: Upaya Meningkatkan Nilai Tambah di Sumatera Barat (23 Februari 2026)
Amran juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mencapai tujuan ini. Diharapkan, melalui program-program yang terintegrasi, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga membangun reputasi sebagai produsen unggulan di tingkat internasional.
Pada akhirnya, langkah hilirisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat luas. Dengan komitmen dan dukungan yang kuat dari semua pihak, Indonesia dapat membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan yang lebih baik dalam industri pertanian dan perkebunan.
Sumber:
- Menteri Pertanian Berfokus Pada Hilirisasi Komoditas Perkebunan — Sawit Indonesia (2025-07-30)