BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Teknologi & Inovasi

Mendorong Transformasi Digital dan Mentalitas Wirausaha pada UMKM Indonesia

22 Februari 2026|Transformasi Digital UMKM
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Mendorong Transformasi Digital dan Mentalitas Wirausaha pada UMKM Indonesia

Produk kosmetik berbahan dasar kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi yang menjanjikan dalam industri sawit Indonesia.

Inisiatif digitalisasi dan perubahan pola pikir menjadi kunci bagi UMKM Indonesia untuk berkembang di era modern.

Indonesia saat ini tengah berupaya mendorong digitalisasi dan transformasi mentalitas di kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dalam konteks ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Kementerian Koperasi dan UKM (MenKopUKM) berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha melalui program-program yang berfokus pada dua aspek penting: digitalisasi bisnis dan perubahan pola pikir.

Baru-baru ini, Kopma dr Angka dari ITS merayakan dies natalis ke-42 dengan mengadakan talkshow bertema digitalisasi UMKM. Acara yang berlangsung di Balai Pemuda Surabaya ini dihadiri oleh 21 UMKM yang memamerkan produk mereka, serta dimeriahkan oleh penampilan dari berbagai grup musik. Wakil Ketua Pelaksana Dies Natalis Kopma ITS, Febrio Pramadani Hadju, menyampaikan bahwa penerapan digitalisasi sangat penting bagi UMKM agar dapat bersaing di era yang semakin maju. Menurutnya, UMKM harus memiliki pemikiran kreatif dan keterampilan khusus untuk mengimplementasikan digitalisasi secara efektif, sehingga dapat membuka peluang baru dalam bisnis.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam acara Meet Up Forum Pendampingan Usaha Mikro Mandiri di Bogor, juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir pelaku usaha mikro. Ia menyatakan bahwa banyak pelaku usaha masih memiliki mentalitas bertahan hidup, di mana mereka berbisnis hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Teten Masduki menekankan bahwa untuk dapat maju dan berdaya saing, pelaku usaha mikro harus memiliki jiwa wirausaha yang kuat dan berorientasi pada pengembangan.

Dalam kesempatan tersebut, Teten mengakui adanya berbagai kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro, seperti akses pasar, bahan baku, dan teknologi. Oleh karena itu, program pendampingan usaha mikro dari hulu hingga hilir perlu diperkuat untuk membantu mereka mengatasi tantangan tersebut. Beliau juga memberikan contoh negara seperti Jepang, di mana produk oleh-oleh dari UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian.

Melalui dua inisiatif ini, yaitu digitalisasi dan transformasi mentalitas, diharapkan UMKM di Indonesia dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan meningkatkan daya saing mereka di pasar global. Langkah-langkah ini tidak hanya akan membawa manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Sumber:

  • ITS Dorong Digitalisasi Bisnis untuk Meningkatkan Kesejahteraan UMKM โ€” Hai Sawit (2024-05-27)
  • Transformasi Usaha Mikro: Dari Mentalitas Bertahan Hidup Menuju Jiwa Wirausaha โ€” Hai Sawit (2024-05-27)