Lulusan AKPY STIPER Jadi Incaran di Industri Kelapa Sawit

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
PT Bumitama Gunajaya Agro mengakui bahwa lulusan AKPY STIPER menjadi pilihan utama untuk posisi mandor dan kerani, berkat pendidikan vokasi yang unggul.
PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) mengungkapkan bahwa lulusan dari Akademi Kebun Perkebunan Yogyakarta (AKPY) STIPER semakin diminati di industri kelapa sawit, khususnya untuk mengisi posisi pimpinan kebun pada level bawah, seperti Mandor dan Kerani. Setiap tahunnya, BGA merekrut antara 75 hingga 100 alumni, baik pria maupun wanita, untuk mengisi posisi penting ini.
Program pendidikan vokasi yang ditawarkan oleh AKPY STIPER, khususnya dalam Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit dan Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit, dirancang untuk mencetak tenaga kerja profesional yang siap mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Kurikulum yang diterapkan merupakan hasil kolaborasi antara lembaga pendidikan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Agus Sutrisno, Head of Human Capital PT Bumitama Gunajaya Agro, menjelaskan bahwa lulusan AKPY STIPER telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam praktik lapangan. Mereka tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang mendukung keberhasilan operasional di kebun. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa perusahaan lebih memilih untuk merekrut lulusan dari institusi ini.
- Perusahaan Sawit Berinvestasi Besar dalam Pendidikan Anak di Perkebunan (23 Maret 2026)
- Transformasi Industri Sawit: Mekanisasi dan Konferensi Internasional di Medan (17 Maret 2026)
- Pelatihan SDM-PKS 2025: Membangun Pemimpin Sawit yang Komunikatif dan Solutif (23 Februari 2026)
- Kemitraan dan Pendidikan dalam Pengembangan Industri Sawit Berkelanjutan di Indonesia (23 Februari 2026)
Keberadaan program pendidikan vokasi ini sangat penting, mengingat industri kelapa sawit di Indonesia terus berkembang dan memerlukan tenaga kerja yang kompeten dan terampil. Dengan adanya pendidikan yang tepat, lulusan dapat berkontribusi secara signifikan dalam mendukung praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi di kebun.
Selain itu, kebutuhan akan tenaga kerja terampil di sektor kelapa sawit juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengembangkan industri ini secara berkelanjutan. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, diharapkan generasi muda dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.
Sumber:
- Alumni AKPY STIPER Jadi Primadona di Bumitama Gunajaya Agro — Hai Sawit (2024-04-14)