BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Kelembagaan Petani

KUD Sejahtera Resmikan Pabrik CPO Rp100 Miliar, Targetkan Tambah Nilai untuk Petani

13 Agustus 2026|Menkop Resmikan Pabrik Sejahtera
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
KUD Sejahtera Resmikan Pabrik CPO Rp100 Miliar, Targetkan Tambah Nilai untuk Petani

Tangki dan pipa baja di dalam pabrik kelapa sawit, melambangkan proses produksi dan pengolahan minyak sawit mentah (CPO).

(2026/08/13) Pabrik CPO KUD Sejahtera senilai sekitar Rp100 miliar resmi beroperasi dengan kapasitas 45 ton TBS per jam; pejabat negara mendorong manfaat langsung bagi petani anggota.

(2026/08/13) Pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) milik Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera resmi beroperasi dengan investasi sekitar Rp100 miliar dan kapasitas pengolahan hingga 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

Peresmian yang berlangsung di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dinilai sebagai langkah mendorong hilirisasi berbasis koperasi dan memperkuat posisi tawar pekebun rakyat di rantai industri sawit nasional.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menekankan bahwa pengembangan koperasi sawit, termasuk pembangunan pabrik CPO, harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani anggota koperasi.

Dudung menyatakan bahwa koperasi tidak boleh hanya berfungsi sebagai wadah organisasi, tetapi harus berkembang menjadi badan usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya; ia mengingatkan pabrik CPO itu harus benar-benar memberikan perubahan bagi petani anggota.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pabrik CPO KUD Sejahtera akan menjadi contoh yang dapat direplikasi di daerah lain dan berharap semakin banyak koperasi yang mengikuti jejak tersebut sehingga nilai tambah kelapa sawit meningkat dan kesejahteraan anggota koperasi bertambah.

Ferry menyebutkan bahwa saat ini petani atau anggota koperasi selama ini hanya menjadi pemasok TBS bagi perusahaan besar tanpa terlibat hilirisasi karena belum memiliki pabrik pengolahan; dengan adanya pabrik oleh koperasi, peluang membangun refinery dan memproduksi minyak goreng sendiri menjadi lebih besar, menurutnya.

Menurut pemberitaan, pasokan TBS ke pabrik KUD Sejahtera berasal dari petani yang juga anggota koperasi, dan harga jual TBS telah ditetapkan di awal sehingga ada kepastian harga bagi petani.

Produk CPO yang dihasilkan saat ini telah dipasarkan kepada sejumlah mitra industri, salah satunya Wilmar Group Palembang, sebagaimana disebut dalam liputan peresmian.

Peluang hilirisasi koperasi juga terkait komitmen PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang menerima titipan lahan sawit hasil sitaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, yang rencananya akan dikelola bersama koperasi untuk meningkatkan produktivitas.

Ferry menyatakan rencana lebih luas: sekitar 20-40 koperasi akan mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit, dan hal ini diharapkan memperbesar kapasitas hilirisasi dan nilai tambah bagi petani sawit.

Dalam konteks kebijakan, Dudung menyampaikan bahwa pengembangan koperasi ke sektor hilir sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pertumbuhan dan perputaran ekonomi berkembang dari daerah, khususnya desa.

Selain sawit, Dudung menyebut pemerintah akan mendorong hilirisasi komoditas lain di Sumatera Selatan, termasuk kopi di Pagar Alam, sebagai bagian dari upaya memperluas kegiatan usaha koperasi.

Peresmian pabrik CPO KUD Sejahtera dihadiri oleh Dudung dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono; pabrik ini ditargetkan menjadi model hilirisasi sawit berbasis koperasi untuk direplikasi di daerah lain.

Sumber: