BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Investasi & Ekspansi

Kongres Rumah Sawit Indonesia dan Dukungan Riset untuk Industri Kelapa Sawit yang Berkelanjutan

22 Februari 2026|Dukungan riset industri kelapa sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kongres Rumah Sawit Indonesia dan Dukungan Riset untuk Industri Kelapa Sawit yang Berkelanjutan

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Rumah Sawit Indonesia menggelar kongres untuk memperkuat industri kelapa sawit, sementara BPDPKS menandatangani kerja sama riset senilai Rp95 miliar.

Dalam upaya memperkuat sektor industri kelapa sawit di Indonesia, Rumah Sawit Indonesia (RSI) telah melaksanakan Kongres I di Jakarta pada 19 November 2024. Kongres ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang berfokus pada pengembangan sektor hulu-hilir kelapa sawit. Kacuk Sumarto dari Paya Pinang Group dan Irwan Perangin Angin dari PTPN terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum dan Ketua I RSI untuk periode kepengurusan 2024-2027. Kacuk menyatakan bahwa salah satu tugas utama mereka adalah menyusun kepengurusan, termasuk memilih sekretaris dan bendahara sebagai bagian dari badan pengurus dan badan pengawas, sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Selain itu, dalam rangka mendukung pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) baru-baru ini menandatangani 52 perjanjian kerja sama riset sawit dengan total nilai kontrak mencapai Rp95 miliar. Program ini, yang merupakan bagian dari Grant Riset Sawit 2024, bertujuan untuk meningkatkan kualitas riset dalam mendukung industri kelapa sawit nasional. Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Mohammad Alfansyah, menjelaskan bahwa sejak 2015, program ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan jumlah proposal yang masuk meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2024, BPDPKS menerima 785 proposal dari berbagai lembaga penelitian.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pemberdayaan sektor hulu dan hilir industri kelapa sawit, serta menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya dukungan riset yang kuat, berbagai tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit, seperti isu keberlanjutan dan produktivitas, dapat diatasi dengan lebih efektif. Para peneliti dan institusi yang terlibat dalam kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang dapat mendorong sektor ini ke arah yang lebih baik.

Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh RSI dan BPDPKS menunjukkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak untuk mengembangkan industri kelapa sawit Indonesia yang tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga pada keberlanjutan dan kesejahteraan sosial. Ini adalah momen penting bagi industri kelapa sawit, yang menghadapi tantangan global sekaligus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Sumber:

  • Perkuat Industri Sawit, RSI Siap Jadi Mitra Pemerintah โ€” Info Sawit (2024-11-22)
  • 52 Kerja Sama Riset Sawit Ditandatangani, BPDPKS Gelontorkan Rp95 Mili... โ€” Hai Sawit (2024-11-22)