BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Teknologi & Inovasi

Kolaborasi Strategis Mendorong Inovasi dan Citra Positif Industri Kelapa Sawit Indonesia

22 Juni 2025|Kolaborasi dan Inovasi Industri
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kolaborasi Strategis Mendorong Inovasi dan Citra Positif Industri Kelapa Sawit Indonesia

Sabun alami yang terbuat dari produk hilir kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi industri sawit di Indonesia.

Industri kelapa sawit Indonesia berupaya meningkatkan kolaborasi riset dan inovasi untuk memperkuat citra dan daya saing di pasar global.

(2025/06/22) Industri kelapa sawit Indonesia semakin menunjukkan komitmennya untuk berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan guna meningkatkan daya saing dan citra positif di kancah global. Beberapa inisiatif terbaru menunjukkan bagaimana pelaku industri dan lembaga riset bekerja sama untuk mencapai tujuan ini.

Pemerintah Malaysia, dalam sebuah program yang diadakan oleh Lembaga Minyak Sawit Malaysia (MPOB), menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku industri dan lembaga riset. Menteri Perladangan dan Komoditas, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, menyatakan bahwa kerjasama yang kuat dapat mempercepat adopsi teknologi dan membuka peluang besar untuk komersialisasi inovasi hasil riset. Ia berharap pelaku industri dapat mengambil bagian aktif dalam program Technology Transfer of Technology (TOT) 2025, yang berpotensi meningkatkan presentase komersialisasi hasil riset hingga 70 persen.

Di sisi lain, Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Haltraco Sarana Mulia juga tengah berinovasi dengan memanfaatkan cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku untuk pembuatan purwarupa teknologi produksi aditif karbon. Kerjasama yang ditandatangani di Jakarta ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan industri terhadap sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Cangkang kelapa sawit, sebagai salah satu biomassa nabati, diharapkan dapat menjadi alternatif yang berharga dalam pengembangan teknologi energi baru.

Selain itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengambil langkah strategis dengan menggandeng Indonesian Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) untuk memperkuat citra dan posisi industri sawit Indonesia di kancah global. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara GAPKI dan IPOSS ini diharapkan dapat menjawab tantangan keberlanjutan dan persepsi negatif yang sering mengemuka terhadap industri sawit di Indonesia. Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk menghadapi isu-isu global terkait keberlanjutan dan citra industri.

Langkah-langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa industri kelapa sawit Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga berupaya untuk berinovasi dan beradaptasi dengan tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan keberlanjutan. Dengan adanya kerjasama antara industri dan lembaga penelitian, diharapkan industri kelapa sawit Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan dan memperoleh citra positif di mata dunia.

Sumber:

  • MPOB Dorong Komersialisasi Inovasi Sawit, Pemerintah Ajak Pelaku Industri Tingkatkan Kolaborasi Riset โ€” Info Sawit (2025-06-22)
  • OREM BRIN dan PT Haltraco Pakai Cangkang Sawit untuk Teknologi Purwarupa Aditif Karbon โ€” Media Perkebunan (2025-06-22)
  • GAPKI Gandeng IPOSS Perkuat Citra Sawit Indonesia di Kancah Global โ€” Agrofarm (2025-06-22)