BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Kinerja Positif dan Stabilitas Harga di Sektor Kelapa Sawit Jelang Ramadan

22 Februari 2026|Kinerja dan Stabilitas Harga
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kinerja Positif dan Stabilitas Harga di Sektor Kelapa Sawit Jelang Ramadan

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Menjelang bulan suci Ramadan dan Lebaran, sektor kelapa sawit Indonesia menunjukkan kinerja yang positif dengan peningkatan penjualan dan stabilitas harga.

Menjelang bulan suci Ramadan dan Lebaran, sektor kelapa sawit Indonesia mencatatkan kinerja yang menggembirakan. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) melaporkan penjualan tertinggi dalam sejarahnya, mencapai Rp 1,06 triliun pada tahun 2024, meningkat 21,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan kuantitas penjualan Crude Palm Oil (CPO) dan harga jual rata-rata yang lebih tinggi. Seman Sendjaja, Direktur Keuangan CSRA, menegaskan bahwa perusahaan berfokus pada pengembangan fasilitas pabrik baru untuk meningkatkan produksi.

Di sisi lain, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng, menjelang Lebaran. Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, ia mengungkapkan bahwa Minyakita tersedia dengan harga sekitar Rp 15.500 hingga Rp 15.700 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Stabilitas harga ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang bersiap menyambut perayaan Idul Fitri.

PTPN IV PalmCo juga berkontribusi dalam menjaga aksesibilitas bahan pangan dengan mengadakan Pasar Murah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan minyak goreng dan gula dengan harga terjangkau, di tengah meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, dengan lebih dari 160 ton minyak goreng dan gula kemasan terjual dalam waktu singkat. Jatmiko Santosa, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah yang diharapkan dapat membantu masyarakat.

Sementara itu, harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan pada akhir Maret 2025. PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom menetapkan harga CPO turun 0,97% menjadi Rp 14.843 per kilogram. Penurunan ini sejalan dengan tren harga di Bursa Malaysia yang juga melemah, dipengaruhi oleh penurunan harga minyak nabati di Bursa Dalian Commodity Exchange. Meski demikian, harga CPO di beberapa lokasi seperti Franco Belawan dan Dumai tetap bersaing, menunjukkan adanya dinamika di pasar.

Dengan rangkaian peristiwa ini, sektor kelapa sawit Indonesia menunjukkan ketahanan dan responsif terhadap permintaan pasar, serta menjaga stabilitas harga di tengah tantangan yang ada. Baik dari sisi produsen maupun pemerintah, langkah-langkah proaktif diambil untuk memastikan ketersediaan dan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Sumber:

  • Penjualan Cisadane Sawit Raya (CSRA) Tembus Rp 1,06 Triliun pada 2024 โ€” Kontan (2025-03-24)
  • Wamendag Roro Pastikan Stok Minyakita Cukup Jelang Lebaran โ€” Agrofarm (2025-03-24)
  • Pasar Murah PalmCo Membantu Masyarakat Mendapatkan Bahan Pangan Dengan Harga Terjangkau โ€” Sawit Indonesia (2025-03-24)
  • Harga CPO KPBN Inacom Melorot 0,97 Persen Pada Senin (24 per 3), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Melemah โ€” Info Sawit (2025-03-24)