BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Uni Eropa & EUDR

Kesepakatan IEU-CEPA: Peluang Baru untuk Ekspor Indonesia ke Uni Eropa

23 Februari 2026|Kesepakatan IEU-CEPA dan Ekspor
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kesepakatan IEU-CEPA: Peluang Baru untuk Ekspor Indonesia ke Uni Eropa

Airlangga Hartarto menyampaikan pidato tentang perkembangan industri kelapa sawit Indonesia di acara resmi.

Perundingan selama sembilan tahun antara Indonesia dan Uni Eropa membuahkan hasil signifikan dengan penghapusan tarif untuk produk ekspor, termasuk kelapa sawit dan tekstil.

Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan dalam Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), setelah sembilan tahun perundingan yang intens. Kesepakatan ini diharapkan dapat menghapus tarif untuk 100% produk ekspor Indonesia ke Uni Eropa, yang akan mulai berlaku pada akhir 2026.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, mengungkapkan bahwa dokumen kesepakatan IEU-CEPA telah hampir rampung, dengan 90% persetujuan sudah diselesaikan. Proses finalisasi ini ditargetkan selesai pada September 2025, sebelum implementasi tarif nol persen dilakukan.

Salah satu poin utama dari kesepakatan ini adalah pengakuan Uni Eropa terhadap komoditas kelapa sawit dan tekstil Indonesia, yang sebelumnya tidak termasuk dalam perjanjian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa sawit kini mendapat akses pasar yang lebih baik, membuktikan adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi.

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang selama ini menghadapi berbagai hambatan dalam pasar Eropa. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan ekspor kelapa sawit dapat meningkat tanpa dikenakan tarif yang memberatkan. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar internasional, khususnya di negara-negara Uni Eropa.

Proses penyelesaian perjanjian ini masih memerlukan waktu, di mana masing-masing negara anggota Uni Eropa harus menuntaskan telaah hukum dan prosedur kesepakatan. Namun, dengan komitmen yang ditunjukkan oleh kedua belah pihak, optimisme terhadap keberhasilan implementasi IEU-CEPA sangat tinggi.

Kesepakatan ini tidak hanya berlaku untuk kelapa sawit, tetapi juga mencakup produk tekstil, alas kaki, dan perikanan. Ini merupakan peluang besar bagi pelaku industri di Indonesia untuk memanfaatkan pasar Eropa yang luas dan beragam. Dengan penghapusan tarif, diharapkan produk-produk Indonesia dapat bersaing lebih baik di pasar global.

Secara keseluruhan, IEU-CEPA diharapkan dapat menjadi momentum baru bagi hubungan perdagangan Indonesia dan Uni Eropa. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama ekonomi dan meningkatkan kualitas produk ekspor agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh pasar internasional.

Sumber:

  • RI-Eropa Berunding IEU-CEPA Selama 9 Tahun, Ini Hasilnya! โ€” CNBC (2025-06-14)
  • Hore! Eropa-RI Dagang Bebas Tarif Mulai 2026 โ€” CNBC (2025-06-14)
  • Sawit dan Tekstil RI Berpeluang Nikmati Tarif Nol Persen ke Uni Eropa โ€” Kompas (2025-06-14)
  • Sawit Jadi Pembahasan Khusus di IEU-CEPA, Bisa Bebas Tarif โ€” CNBC (2025-06-14)