Kenaikan Harga TBS Sawit di Kalimantan Timur: Tanda Positif di Tengah Tantangan Industri

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur menunjukkan tren kenaikan yang positif di akhir Februari 2025, memberikan harapan bagi para petani di tengah tantangan industri.
Perkembangan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur menunjukkan sinyal positif setelah mengalami penurunan dalam beberapa pekan sebelumnya. Pada periode 16-28 Februari 2025, harga TBS sawit mengalami kenaikan tipis yang cukup signifikan, menjadi Rp 3.224,53 per kg untuk usia tanam 10 tahun, dibandingkan dengan Rp 3.180,19 per kg pada periode 1-15 Februari. Kenaikan tersebut mencerminkan optimisme di kalangan petani dan pelaku industri sawit di daerah ini.
Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal, mengungkapkan bahwa peningkatan harga TBS ini terjadi di setiap kelompok umur tanaman. Kenaikan harga ini tentunya memberikan harapan baru bagi para petani, yang sebelumnya harus menghadapi tantangan harga yang cenderung turun akibat fluktuasi pasar global dan kebijakan pemerintah terkait kelapa sawit.
Faktor pendorong utama dari kenaikan harga TBS ini adalah meningkatnya harga jual crude palm oil (CPO) di pasar internasional. Meskipun pasar global masih menghadapi tantangan, permintaan CPO dari beberapa negara, terutama di kawasan Asia, menunjukkan tren peningkatan. Hal ini mendorong pelaku usaha untuk lebih optimis dalam berinvestasi dan mengembangkan usaha perkebunan sawit mereka.
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 1,09% pada 1 April 2026, B50 Jadi Penyebab Utama (1 April 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Mencapai Rp4.059,20 per Kg pada Awal April 2026 (3 April 2026)
- Harga CPO Naik 0,88% di Tengah Produksi Sawit yang Melambat (30 Maret 2026)
Namun, tantangan tetap ada. Para petani dan pelaku usaha masih harus menghadapi isu-isu lingkungan dan sosial yang terus menjadi sorotan, termasuk praktik berkelanjutan dalam perkebunan sawit. Upaya untuk memastikan keberlanjutan ini menjadi penting, baik untuk mendukung reputasi industri sawit Indonesia di mata dunia maupun untuk kesejahteraan petani lokal.
Secara keseluruhan, meskipun harga TBS mengalami kenaikan, penting bagi semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan praktik pertanian yang lebih baik dan lebih berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan industri kelapa sawit di Kalimantan Timur dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Sumber:
- Harga TBS Sawit di Kaltim Naik Tipis pada Akhir Februari 2025 — Info Sawit (2025-03-09)