Kenaikan Harga TBS Sawit dan Upaya Peremajaan di Riau dan Bengkulu

Gambar menunjukkan lahan yang sedang diremajakan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk mendukung kebijakan pemerintah.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengalami kenaikan di Riau, sementara Provinsi Bengkulu berupaya memaksimalkan peremajaan tanaman sawit yang sudah tua.
(2026/03/04) Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau mengalami kenaikan signifikan untuk periode 4-10 Maret 2026. Dinas Perkebunan Riau menginformasikan bahwa harga sawit berusia 9 tahun naik sebesar Rp 55,13 per kilogram, menjadi Rp 3.552,39 per kilogram. Kenaikan ini menjadi kabar baik bagi petani karena mencerminkan peningkatan permintaan serta stabilitas pasar sawit.
Selain itu, TBS untuk umur 3 tahun berada di harga Rp 2.754,08/kg, sedangkan untuk umur 4 hingga 8 tahun berkisar antara Rp 3.069,35/kg hingga Rp 3.537,09/kg. Untuk TBS sawit berumur lebih dari 10 tahun, harga juga mengalami penyesuaian, di mana TBS umur 10-20 tahun dihargai Rp 3.516,64/kg dan umur 21 tahun mencapai Rp 3.458,62/kg.
Dalam konteks yang sama, harga TBS kelapa sawit untuk kemitraan plasma di Riau juga mengalami kenaikan. Untuk periode yang sama, harga TBS kelapa sawit kemitraan plasma mencapai Rp 3.613,91/kg, naik sebesar Rp 55,57/kg. Kenaikan harga ini menunjukkan adanya sinyal positif dari pasar, meskipun tantangan dalam penjualan tetap ada, terutama bagi beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang belum melakukan penjualan.
- Tiga Spesies Kumbang Penyerbuk Baru Siap Tingkatkan Produktivitas Sawit (22 Maret 2026)
- Lampung Siap Eksekusi Replanting Sawit Seluas 800 Hektare di 2026 (4 April 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Meningkat Menjadi Rp 4.065,95 per Kg pada April 2026 (3 April 2026)
- Koperasi LISA Meningkatkan Produksi TBS Melalui Peremajaan Sawit Rakyat (24 Maret 2026)
Di sisi lain, Provinsi Bengkulu menghadapi tantangan terkait banyaknya pohon sawit yang sudah berusia tua, sehingga mempengaruhi produksi kelapa sawit secara keseluruhan. Pemprov Bengkulu berambisi untuk memaksimalkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan target mencapai 3.500 hektar pada tahun ini. Program ini akan difokuskan di lima kabupaten dengan alokasi luas yang bervariasi, guna meningkatkan produktivitas perkebunan dan mengatasi masalah produksi akibat tanaman yang sudah tua.
Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Teknis Kelapa Sawit (TKS) 2026 yang akan berlangsung pada akhir April 2026 di Pangkalan Bun. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi untuk membahas berbagai persoalan teknis dan tata kelola di industri sawit, yang semakin kompleks dari waktu ke waktu.
Seiring dengan itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) juga berkomitmen untuk mendukung petani sawit melalui program penyediaan sarana dan prasarana, termasuk pupuk dan alat pertanian. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi tantangan di lapangan dan meningkatkan produktivitas perkebunan.
Melihat dinamika yang terjadi, penting bagi semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Kenaikan harga TBS merupakan kesempatan bagi petani untuk beradaptasi dan berinovasi, sementara peremajaan tanaman menjadi kunci untuk memastikan keberlangsungan produksi jangka panjang.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 4โ10 Maret 2026 Naik Rp. 55,13 per Kg โ Info Sawit (2026-03-04)
- Harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya di Riau untuk periode 4 โ 10 Maret 2026 Rp3.552,39 per Kg โ Sawit Indonesia (2026-03-04)
- Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma di Riau Capai Rp3.613 per Kg โ Sawit Indonesia (2026-03-04)
- Banyak Pohon Sawit Berusia Tua, Pemprov Bengkulu Perlu Maksimalkan PSR โ Elaeis (2026-03-04)
- GAPKI Kalteng Dukung TKS 2026, Dorong Perbaikan Tata Kelola dan Peningkatan Produktivitas Sawit โ Media Perkebunan (2026-03-04)
- BPDP Bantu Petani Dapatkan Pupuk Gratis Sampai Pengolahan TBS, Ini Programnya โ Sawit Indonesia (2026-03-04)