BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Teknologi & Inovasi

Kenaikan Harga TBS Sawit dan Inovasi Replanting di Indonesia

22 Februari 2026|Kenaikan Harga TBS dan Replanting
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kenaikan Harga TBS Sawit dan Inovasi Replanting di Indonesia

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kalimantan Timur dan Jambi, disertai dengan inovasi dalam teknik replanting, menjadi sorotan penting dalam industri kelapa sawit Indonesia.

Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dalam industri kelapa sawit dengan adanya kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) di beberapa provinsi dan penerapan teknik pemeliharaan kebun yang inovatif. Kenaikan harga TBS ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani serta meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

Menurut informasi terbaru, harga TBS sawit di Kalimantan Timur untuk periode I-November 2024 mengalami peningkatan sebesar Rp 106,8 per kilogram, menjadikannya Rp 3.058,26 per kilogram untuk sawit umur lebih dari 10 tahun. Penetapan harga ini dilakukan oleh tim yang ditunjuk oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, dan harga untuk periode berikutnya akan ditentukan pada akhir November 2024.

Hal serupa juga terjadi di Provinsi Jambi, di mana harga TBS sawit untuk periode 15-21 November 2024 meningkat sebesar Rp 107,46 per kilogram menjadi Rp 3.612,84 per kilogram untuk sawit yang berusia 10 hingga 20 tahun. Kenaikan harga ini tidak hanya menunjukkan stabilitas harga di tingkat petani, tetapi juga mencerminkan keberlanjutan produksi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan pasar.

Dalam konteks yang lebih luas, peremajaan kelapa sawit atau replanting semakin menjadi fokus utama dalam mempertahankan produktivitas perkebunan di Indonesia. Banyak kebun kelapa sawit yang sudah berusia antara 20 hingga 25 tahun memerlukan perhatian untuk diperbaharui. Dua metode replanting yang kini populer adalah sistem underplanting dan tumpang sari. Dengan menggunakan metode ini, petani dapat menanam tanaman muda di antara pohon tua yang akan diremajakan, sehingga tidak perlu menebang semua pohon tua secara bersamaan. Hal ini tidak hanya memungkinkan produktivitas tetap terjaga, tetapi juga memberikan waktu bagi tanaman baru untuk tumbuh sebelum pohon tua sepenuhnya dihapus.

Sistem underplanting menjadi pilihan yang efektif dalam menjaga keberlangsungan kebun sawit, karena dapat mengurangi risiko kehilangan hasil secara drastis. Penanaman dilakukan bertahap, dengan mengurangi populasi pohon tua sebanyak 50% setiap tahunnya. Sedangkan metode tumpang sari memungkinkan petani untuk menggandeng tanaman lain yang dapat saling menguntungkan, sehingga meningkatkan diversifikasi hasil pertanian.

Kenaikan harga TBS sawit yang terjadi di Kalimantan Timur dan Jambi, disertai dengan penerapan teknik replanting yang inovatif, menunjukkan bahwa industri kelapa sawit Indonesia semakin beradaptasi dengan tantangan dan peluang yang ada. Keberlangsungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama minyak sawit dunia, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi para petani dan masyarakat di sekitarnya.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-November 2024 Naik Rp 106,8 Per Kg โ€” Info Sawit (2024-11-15)
  • Teknik Replanting Sawit Sistem Underplanting dan Tumpang Sari โ€” Media Perkebunan (2024-11-15)
  • Harga TBS Sawit Jambi Periode 15-21 November 2024 Naik Rp 107,46/Kg โ€” Info Sawit (2024-11-15)