Kenaikan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau dan Sumsel: Dampak Positif bagi Petani

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau dan Sumatera Selatan menunjukkan tren positif yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau dan Sumatera Selatan, memberikan angin segar bagi para petani. Dinas Perkebunan Provinsi Riau baru-baru ini menetapkan harga TBS untuk periode 12 hingga 18 Februari 2025 sebesar Rp 3.492,07 per kilogram. Kenaikan ini merupakan hasil dari kajian terbaru yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan dan disepakati dalam rapat oleh tim terkait.
Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, harga TBS mengalami kenaikan sebesar Rp 86,18 per kilogram atau sekitar 2,53 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ini adalah tanda positif bagi petani yang selama ini berjuang dengan fluktuasi harga yang tidak menentu. Selain itu, harga cangkang pun ditetapkan sebesar Rp 22,55 per kilogram, yang berlaku selama satu bulan ke depan. Kenaikan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani dan mendukung keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit di Riau.
Di sisi lain, di Provinsi Sumatera Selatan, situasi serupa juga terjadi. Kebangkitan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik dan global berimbas pada kenaikan harga TBS di tingkat petani. B Pasaribu, seorang petani kelapa sawit yang kini berdomisili di Kabupaten Musi Rawas, menyatakan bahwa harga TBS kali ini mengalami kenaikan yang lebih signifikan dibandingkan dengan awal Februari lalu. Hal ini menunjukkan bahwa tren positif harga CPO telah memberikan dampak yang lebih besar pada pendapatan petani.
- Harga CPO KPBN Naik 0,62% Menjadi Rp 15.712/Kg pada 27 Maret 2026 (27 Maret 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 1,09% pada 1 April 2026, B50 Jadi Penyebab Utama (1 April 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 1,57% pada 26 Maret, Perdagangan Bursa Malaysia Menguat (26 Maret 2026)
- Harga CPO Naik 0,88% di Tengah Produksi Sawit yang Melambat (30 Maret 2026)
Petani di Sumsel merasakan hal ini sebagai déjà vu, mengingat situasi yang sama terjadi di awal bulan Februari 2025. Namun, kenaikan harga kali ini dianggap lebih menguntungkan. Kenaikan harga TBS yang dipicu oleh kenaikan harga CPO memberikan harapan baru bagi petani, yang selama ini bergantung pada hasil perkebunan mereka untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Dengan adanya kenaikan harga TBS, diharapkan petani dapat lebih berdaya dan mampu meningkatkan investasi dalam usaha perkebunan mereka. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia, mengingat sektor ini memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional. Para pemangku kepentingan diharapkan dapat terus memantau dan mendukung kebijakan yang dapat memperkuat posisi tawar petani di pasar.
Dengan pertumbuhan yang positif ini, industri kelapa sawit Indonesia diharapkan dapat terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para petani yang menjadi tulang punggung sektor ini.
Sumber:
- Harga TBS Kelapa Sawit Riau Periode 12 – 18 Februari 2025 Rp 3.492,07 per Kg — Sawit Indonesia (2025-02-12)
- Seperti Dejavu, Harga TBS di Provinsi Sumsel Pekan Ini Naik Lagi — Media Perkebunan (2025-02-12)