BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Kenaikan Harga TBS dan Upaya Sosial di Sektor Perkebunan Sawit

22 Februari 2026|Kenaikan Harga TBS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kenaikan Harga TBS dan Upaya Sosial di Sektor Perkebunan Sawit

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) di berbagai daerah menunjukkan dinamika positif dalam industri kelapa sawit, sementara upaya sosial seperti perbaikan infrastruktur pendidikan juga berlanjut.

Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang signifikan di beberapa provinsi di Indonesia menjadi sorotan, terutama di Sumatera Selatan dan Riau, di tengah upaya perusahaan sawit mendukung akses pendidikan di daerah terpencil.

Di Sumatera Selatan, harga TBS untuk periode 16-28 Februari 2025 mengalami kenaikan mencapai Rp 134,99 per kilogram, menjadi Rp 3.464,78 per kilogram. Kenaikan ini didorong oleh harga cangkang sawit yang ditetapkan sebesar Rp 13,94 per kilogram, menurut pengumuman resmi dari Dinas Perkebunan Provinsi setempat. Dengan meningkatnya harga TBS, diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani sawit mitra plasma yang menjadi bagian dari ekosistem industri ini.

Sementara itu, di Riau, harga TBS sawit plasma untuk periode 19-25 Februari 2025 juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar Rp 112,49 per kilogram, mencapai Rp 3.604,56 per kilogram untuk sawit umur 9 tahun. Data dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau menunjukkan bahwa semua kategori usia sawit mengalami kenaikan harga yang serupa, mencerminkan stabilitas dan potensi pertumbuhan dalam sektor perkebunan sawit di daerah tersebut.

Di tengah dinamika harga yang berlangsung, PT GMM mengambil langkah proaktif dengan memperbaiki akses jalan menuju SMA Nurul Hasan di Desa Sekely, Halmahera Selatan. Perbaikan infrastruktur ini bertujuan untuk mendukung pendidikan bagi siswa-siswa di daerah terpencil yang sering kali terhambat oleh kondisi jalan yang sulit. Dengan adanya perbaikan jalan yang sebelumnya beralaskan tanah berkerikil, diharapkan akses menuju sekolah dapat lebih aman dan nyaman bagi para siswa.

Di level yang lebih tinggi, Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, untuk membahas isu-isu penting terkait hak guna usaha (HGU) dalam perkebunan sawit. Pertemuan ini berfokus pada penyelesaian sengketa lahan yang sering kali menjadi hambatan dalam pengembangan usaha pertanian, termasuk kelapa sawit. Laporan yang disampaikan oleh Menteri Nusron menegaskan pentingnya tata kelola pertanahan yang lebih baik untuk mendukung keberlanjutan industri ini.

Secara keseluruhan, kombinasi antara kenaikan harga TBS yang menguntungkan dan upaya perbaikan sosial di sektor pendidikan serta pengelolaan lahan yang lebih baik menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam mendukung perkembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia.

Sumber:

  • Diselematkan Cangkang, Segini Harga TBS Mitra Plasma Sumsel Periode II (16-28) Februari 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-02-18)
  • Dukung Akses Pendidikan, PT GMM Perbaiki Jalan di Desa Sekely โ€” Sawit Indonesia (2025-02-18)
  • Prabowo Panggil Menteri ATR, Bahas HGU dan Sengketa Lahan Sawit โ€” Hai Sawit (2025-02-18)
  • Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 19-25 Februari 2025 Naik Rp 112,49 Per Kg โ€” Info Sawit (2025-02-18)