Kenaikan Harga TBS dan Saham Sawit di Tengah Tekanan IHSG

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Riau dan lonjakan saham emiten sawit ANJT menjadi sorotan di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu oleh berbagai sentimen negatif di pasar.
Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Riau terjadi bersamaan dengan lonjakan saham emiten sawit Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) yang berhasil mencatat kenaikan signifikan. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat, saham ANJT justru melonjak hingga 19,63 persen dalam satu hari perdagangan.
Pada tanggal 18 Maret 2025, IHSG tercatat turun 5,04 persen, mencerminkan kekhawatiran pasar terkait isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dan ketidakpastian ekonomi global. Namun, di tengah situasi tersebut, saham ANJT berhasil menarik perhatian investor. Kenaikan ini juga dipicu oleh kabar positif terkait kinerja keuangan dan aksi korporasi yang melibatkan investor terkemuka, Lo Kheng Hong. ANJT ditutup di level Rp1.615 setelah mengalami fluktuasi harga antara Rp1.465 dan Rp1.685 sepanjang hari perdagangan.
Di sisi lain, perkembangan positif juga terjadi di sektor kelapa sawit di Riau. Dinas Perkebunan Provinsi Riau telah menetapkan harga TBS untuk periode 19-25 Maret 2025 mengalami kenaikan, mencapai Rp3.718 per kilogram untuk kelompok umur 9 tahun. Kenaikan ini terjadi setelah melalui evaluasi yang melibatkan kajian dari PPKS Medan. Harga ini menandakan adanya peningkatan sebesar 0,77 persen dari periode sebelumnya, didorong oleh kenaikan harga kernel meskipun harga Crude Palm Oil (CPO) mengalami penurunan.
- Harga CPO KPBN Naik 0,62% Menjadi Rp 15.712/Kg pada 27 Maret 2026 (27 Maret 2026)
- Harga CPO Berpotensi Naik Terkait Konflik Geopolitik, Harga Sawit Jambi Meningkat (27 Maret 2026)
- Harga TBS dan CPO di Sumut Alami Kenaikan Signifikan Pekan Ini (1 April 2026)
- Harga TBS Sawit Melorot di Sumut dan Naik di Kalbar Pasca Lebaran (26 Maret 2026)
Menurut Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, hal ini menunjukkan bahwa petani sawit swadaya di Riau dapat merasakan manfaat dari peningkatan harga TBS. Kenaikan harga ini diharapkan dapat mendukung kesejahteraan petani di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian, terutama kelapa sawit.
Sementara itu, dalam analisis yang dilakukan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef), meskipun neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD3,12 miliar pada Februari 2025, namun ada indikasi pelemahan daya saing ekspor yang harus diwaspadai. Ini memberikan gambaran bahwa meskipun sektor nonmigas menunjukkan perbaikan, lonjakan impor tetap menjadi tantangan bagi perdagangan nasional.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG mengalami penurunan yang mencolok, ada harapan di sektor kelapa sawit dengan kenaikan harga TBS dan performa positif dari saham emiten sawit. Hal ini menunjukkan bahwa sektor ini masih memiliki potensi untuk memberikan keuntungan bagi investor dan petani, meski dalam kondisi pasar yang volatile.
Sumber:
- Kemendag Tinjau Kenaikan Harga Minyakita โ CNBC (2025-03-18)
- Saat IHSG Amblas, Emiten Sawit ANJT Melejit 19,63 Persen di Top Gainers! Efek Akuisisi Ciliandra Fangiono โ TVOne (2025-03-18)
- IHSG Ambles Diam-diam saham Ini Cuan, Ada Milik Lo Kheng Hong โ CNBC (2025-03-18)
- Penyebab IHSG Anjlok, Analis Isu Sri Mulyani Mundur & Ekonomi Lesu โ CNBC (2025-03-18)
- Rumor Saham Harga CPO Naik, Sahamnya Bakalan Rebound โ CNBC (2025-03-18)
- Meski Neraca Dagang Surplus, Ekspor Tunjukkan Pelemahan Daya Saing โ MetroTV (2025-03-18)
- Naik, Kelapa Sawit Mitra Plasma di Riau Minggu Ini Dihargai Rp3.718 per Kg โ Media Center Riau (2025-03-18)
- Petani Sawit Swadaya Riau Tersenyum, Harga TBS Naik Signifikan โ Media Center Riau (2025-03-18)