BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Berita Harian

Kekerasan di Aceh Tenggara: Lima Tewas dalam Insiden Pembacokan, Pelaku Ditangkap

26 Juni 2025|Kekerasan di Aceh Tenggara
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kekerasan di Aceh Tenggara: Lima Tewas dalam Insiden Pembacokan, Pelaku Ditangkap

Gambar menunjukkan produk minyak goreng kemasan dari industri hilir kelapa sawit di Indonesia.

Insiden pembacokan di Aceh Tenggara merenggut lima nyawa, sementara pelaku berhasil ditangkap setelah delapan hari buron. Kasus ini menyoroti masalah kekerasan dalam keluarga dan dampaknya terhadap masyarakat.

(2025/06/26) Indonesia menyaksikan tragedi memilukan di Aceh Tenggara, di mana seorang pria berusia 21 tahun berinisial AS ditangkap setelah diduga melakukan pembacokan yang menyebabkan kematian lima anggota keluarganya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Juni 2025 di Desa Uning Sigugur, Kecamatan Babul Rahmah, dan pelaku berhasil ditangkap setelah melarikan diri selama delapan hari ke kawasan pegunungan.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, menjelaskan bahwa pelaku membacok lima orang yang merupakan paman dan sepupu, dengan motif dendam yang masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kelima korban yang meninggal dunia adalah Laura Al Fitri (13), Elviana (15), Fazri (4), Nayan Basri (52), dan Hidayat (25). Sementara itu, seorang tetangga bernama Mattiah (51) mengalami luka berat akibat serangan tersebut.

AS dikabarkan melarikan diri ke hutan setelah melakukan aksinya, namun pihak kepolisian berhasil melacak jejaknya dan menangkapnya saat hendak menuju rumah pamannya di Desa Kute Meujil. Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Aceh, Polres Aceh Tenggara, dan Polsek Babul Rahmah, yang telah bekerja keras selama masa pencarian.

Kasus ini menyoroti masalah kekerasan dalam keluarga yang sering kali tidak terdeteksi dan dampaknya yang dapat menjangkau seluruh komunitas. Kapolres Yulhendri menekankan pentingnya penyelidikan yang mendalam untuk memahami latar belakang dari tindakan kriminal tersebut dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Di sisi lain, Jakarta Timur juga diwarnai dengan isu menarik terkait seorang lurah yang diduga meminjam uang hingga Rp 17 juta dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengonfirmasi bahwa Lurah Malaka Sari telah mengembalikan utangnya pada Rabu, 18 Juni 2025, namun pemeriksaan oleh Camat Duren Sawit tetap dilakukan untuk mengungkap kasus ini lebih jelas.

Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan transparansi dan kejelasan mengenai tindakan yang diambil oleh lurah tersebut, serta bagaimana hal itu berdampak pada hubungan antara pemimpin lokal dan masyarakat. Munjirin menekankan pentingnya integritas dalam pelayanan publik dan perlunya masyarakat untuk melaporkan tindakan yang mencurigakan.

Tragedi di Aceh Tenggara dan kasus pinjaman uang oleh lurah di Jakarta Timur menunjukkan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam menghadapi isu kekerasan dan integritas publik. Kedua peristiwa ini perlu menjadi perhatian bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan transparan bagi semua warga negara.

Sumber:

  • Pria di Aceh Bacok Paman-Sepupu karena Dendam, 5 Orang Tewas โ€” Detik (2025-06-26)
  • Pembunuh 5 Warga Aceh Tenggara Ditangkap, Pelaku Dendam dengan Korban โ€” Detik (2025-06-26)
  • Kabur ke Hutan, Pelaku Pembunuhan 5 Warga di Aceh Tenggara Ditangkap โ€” MetroTV (2025-06-26)
  • Lurah di Jaktim Pinjam Duit ke PPSU hingga Rp 17 Juta, Ini Kata Walkot โ€” Detik (2025-06-26)