Kebijakan DMO dan Dampaknya Terhadap Produksi Minyakita

Amran menyampaikan pidato di Istana Negara mengenai kebijakan baru untuk mendukung industri kelapa sawit Indonesia.
Kementerian Perdagangan mengungkapkan alasan di balik pengurangan takaran minyak goreng MinyaKita yang diproduksi oleh repacker akibat kurangnya pasokan dari skema DMO.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku usaha dalam pengemasan minyak goreng MinyaKita mengurangi takaran produk mereka. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan mereka untuk mendapatkan pasokan minyak dari skema domestic market obligation (DMO), yang seharusnya menjadi sumber utama bahan baku produk tersebut.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan, menyatakan bahwa pengurangan takaran ini merupakan respons dari repacker yang tidak memperoleh minyak DMO. Dalam pernyataannya, Iqbal menjelaskan bahwa keberlangsungan produksi MinyaKita sangat bergantung pada kerja sama antara produsen dan repacker. Namun, tidak semua repacker dapat mengakses minyak dari skema DMO, sehingga mereka terpaksa mencari alternatif lain.
Sejumlah repacker, seperti yang diungkapkan oleh Darmaiyanto, mengakui bahwa mereka harus menggunakan minyak komersial yang lebih mahal. Hal ini memaksa mereka untuk mengurangi takaran produk atau menaikkan harga jual untuk mempertahankan keberlangsungan operasional. Darmaiyanto menekankan pentingnya produksi yang harus tetap berjalan meskipun ada tantangan pasokan bahan baku. “Produksi harus berjalan. Nah, permintaan tinggi, karyawan wajib digaji. Sementara minyak bahan baku DMO-nya tidak ada,” ujarnya.
- Perundingan IEU CEPA dan Peran Pers dalam Sektor Pertanian: Langkah Strategis untuk Indonesia (23 Februari 2026)
- Dampak Kebijakan Tariff AS dan Upaya Perbaikan Persepsi Minyak Sawit di Pasar Global (22 Februari 2026)
- Dinamika Kebijakan dan Tantangan Industri Kelapa Sawit Indonesia (22 Februari 2026)
- Dampak Kebijakan Tarif Impor AS Terhadap Industri Sawit dan Ekonomi Indonesia (22 Februari 2026)
MinyaKita, yang merupakan merek minyak goreng yang ditujukan untuk masyarakat, kini berada di bawah sorotan publik karena pengurangan takaran yang tidak sesuai dengan label yang tertera. Hal ini memicu kekhawatiran akan kualitas dan integritas produk yang beredar di pasaran. Kebijakan DMO sendiri dirancang untuk memastikan pasokan minyak sawit yang cukup bagi kebutuhan domestik, namun masalah ketidakmerataan akses terhadap skema ini menunjukkan adanya tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku industri.
Pemerintah diharapkan dapat segera menemukan solusi untuk masalah ini agar produksi MinyaKita dapat berjalan lancar dan masyarakat tetap mendapatkan produk dengan takaran yang sesuai. Kebijakan DMO perlu dievaluasi untuk memastikan bahwa semua pelaku usaha, termasuk repacker, memiliki akses yang adil terhadap sumber bahan baku yang diperlukan.
Sumber:
- Kemendag Ungkap Alasan Pengemas Minyakita Kurangi Takaran — Kompas (2025-03-19)
- Apa Itu Dmo Dalam Minyakita — Kompas (2025-03-19)