Kebakaran Hebat Melanda Duren Sawit, Puluhan Keluarga Terpaksa Mengungsi

Pabrik kelapa sawit ini menghasilkan limbah POME yang mencemari lahan, menunjukkan dampak negatif industri terhadap lingkungan.
Sebanyak 30 rumah terbakar di Duren Sawit, Jakarta Timur, akibat diduga berasal dari petasan, mengakibatkan puluhan keluarga mengungsi dan tiga orang luka-luka.
Kebakaran hebat terjadi di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat sore (28/2/2025) yang menghanguskan sekitar 30 rumah di Jalan Tegal Amba. Insiden ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka dan puluhan keluarga terpaksa mengungsi.
Menurut keterangan petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur, api pertama kali muncul dari atap rumah yang diduga disebabkan oleh petasan. Perwira Piket Sudin Gulkarmat, Wahyudi, menjelaskan bahwa setelah api muncul, ia cepat menyebar ke rumah-rumah semi permanen yang berada di sekitarnya. "Kebetulan di bawah atap itu ada lapak-lapak penampungan plastik yang mudah terbakar, sehingga api cepat merambat dan melalap puluhan rumah," jelas Wahyudi.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak 36 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari sekitar 100 jiwa terdampak dan harus mengungsi ke GOR Pondok Bambu. Sekretaris Kota Jakarta Timur, Kusmanto, menyatakan bahwa posko pengungsian telah didirikan dengan tenda-tenda dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
- Mayjen Dody Triwinarto Jabat Pangdam XV Pattimura, APKASINDO Dukung Satgas Sawit (26 Maret 2026)
- Kecelakaan Truk Sawit: Dua Insiden Terpisah di Labura dan Kotim (29 Maret 2026)
- Lansia Ditemukan Tewas Setelah Hilang 8 Hari di Perkebunan Sawit (28 Maret 2026)
- Kasus Korupsi CPO, Pencarian Pemuda Hilang, dan Pesta Kesenian Bali: Berita Terkini Indonesia (23 Februari 2026)
Di lokasi kebakaran, beberapa warga terlihat membersihkan puing-puing rumah mereka yang terbakar. Banyak dari mereka yang berupaya mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan di antara reruntuhan. "Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Rumah kami hangus dalam sekejap," ungkap salah satu warga. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan cukup besar, mengingat banyaknya barang berharga yang hilang.
Pemerintah Provinsi Jakarta juga telah memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Pelaksana Tugas Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Jakarta, Hendra Hidayat, mengatakan bahwa mereka telah mengoordinasikan berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan, termasuk kebutuhan sandang dan pangan. "Bantuan yang diberikan mencakup pakaian dan kebutuhan kebersihan untuk membantu meringankan beban para korban," ungkapnya.
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi warga yang kehilangan tempat tinggal mereka. Pengalaman pahit ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk. Warga diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat merayakan momen-momen tertentu yang melibatkan penggunaan petasan.
Situasi saat ini masih memerlukan perhatian dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Dengan datangnya bulan Ramadan yang tidak lama lagi, diharapkan dukungan dan bantuan terus mengalir untuk membantu mereka yang terkena dampak kebakaran ini.
Sumber:
- Kebakaran Puluhan Rumah di Duren Sawit, Damkar Ungkap Awal Mula Muncul Api β TVOne (2025-03-01)
- Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk di Duren Sawit: Tiga Orang Luka-Luka dan Puluhan KK Mengungsi β TVOne (2025-03-01)
- 30 Rumah di Duren Sawit Jaktim Kebakaran, Diduga Akibat Petasan β Liputan6 (2025-03-01)
- Kondisi Memprihatinkan Permukiman di Duren Sawit Jaktim Usai Kebakaran β Detik (2025-03-01)
- Korban Kebakaran Di Duren Sawit Mengungsi Ke Gor Pondok Bambu β Kompas (2025-03-01)
- Puluhan Rumah di Duren Sawit Terbakar, Diduga akibat Petasan β TVOne (2025-03-01)
- Kebakaran Duren Sawit, Pemprov Pastikan Kebutuhan Korban saat Ramadan Terpenuhi β MetroTV (2025-03-01)
- Kebakaran Duren Sawit Jaktim Hanguskan 25 Rumah, 28 KK Terdampak β Detik (2025-03-01)