BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Berita Harian

Lansia Ditemukan Tewas Setelah Hilang 8 Hari di Perkebunan Sawit

28 Maret 2026|Lansia ditemukan tewas di perkebunan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Lansia Ditemukan Tewas Setelah Hilang 8 Hari di Perkebunan Sawit

Pekerja sawit mengangkat tandan buah segar (TBS) di perkebunan kelapa sawit Indonesia untuk distribusi industri.

Seorang lansia berusia 71 tahun ditemukan tewas di perkebunan sawit Tanah Bumbu setelah hilang delapan hari, diduga akibat dehidrasi.

(2026/03/28) Seorang lansia bernama Kopsah (71) ditemukan tewas di areal perkebunan sawit di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan setelah dilaporkan hilang selama delapan hari. Korban diduga meninggal karena kelelahan dan dehidrasi setelah ditinggal sendirian di rumahnya saat anggota keluarga pergi melaksanakan shalat Idulfitri.

Menurut laporan Kepolisian Sektor Sungai Loban, Kopsah dilaporkan hilang sejak Sabtu (19/3/2026). Pencarian dilakukan oleh tim gabungan selama delapan hari sebelum jasadnya ditemukan pada Jumat (27/3/2026). Lokasi penemuan terletak tidak jauh dari rumahnya, di tengah areal perkebunan sawit yang menjadi latar belakang kejadian tragis ini.

Kepala Kepolisian Sektor Sungai Loban, Iptu Kity Tokan, menjelaskan bahwa kondisi Kopsah saat ditemukan menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan dehidrasi, akibat tidak mengonsumsi makanan atau minuman selama periode hilangnya. β€œKorban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dugaan sementara karena kelelahan dan dehidrasi,” ungkap Kity.

Kasus ini mengingatkan kembali pada pentingnya perhatian terhadap lansia, terutama di daerah perkebunan yang sering kali terpencil. Dalam beberapa kasus sebelumnya, lansia juga mengalami nasib serupa di lokasi-lokasi yang jarang terjangkau, sehingga pencarian menjadi sulit.

Berita tentang hilangnya Kopsah terus berkembang, dengan masyarakat setempat turut ambil bagian dalam pencarian. Berbagai upaya dilakukan, termasuk pengumuman di media sosial dan pengorganisasian tim pencari. Meskipun demikian, hasil pencarian yang memakan waktu cukup lama ini berakhir dengan kabar duka.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap keamanan anggota keluarga, khususnya yang berusia lanjut. Dengan banyak kasus hilangnya lansia di daerah perkebunan, upaya pencegahan dan penanganan harus lebih ditingkatkan. Bagaimana masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga keselamatan lansia di lingkungan sekitar merupakan pertanyaan penting yang perlu dijawab bersama.

Sumber: