Inovasi dan Keberlanjutan: ITS Raih Pendanaan Rp10 Miliar untuk Riset Kelapa Sawit

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendapatkan dukungan pendanaan Rp10 miliar dari BPDPKS untuk riset inovatif di bidang kelapa sawit, berfokus pada keberlanjutan.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih pendanaan sebesar Rp10 miliar dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mendukung riset inovasi dalam sektor perkebunan kelapa sawit. Pendanaan ini merupakan bagian dari program Grant Riset Sawit (GRS) 2024 dan akan digunakan untuk enam judul penelitian yang diharapkan dapat mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.
Program ini sudah dimulai sejak November 2024 dan akan berlangsung hingga November 2025. Dalam pelaksanaannya, dana tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan alat dan bahan riset, serta biaya operasional institusi. Fadlilatul Taufany, Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) ITS, menekankan pentingnya penelitian yang berfokus pada inovasi dan keberlanjutan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di sektor perkebunan.
Keberhasilan ITS dalam meraih pendanaan ini menunjukkan komitmen institusi pendidikan tinggi untuk berkontribusi dalam pengembangan industri kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan. Dengan fokus pada inovasi, diharapkan penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.
- Industri Kelapa Sawit Indonesia: Dari Tantangan Korupsi hingga Upaya Digitalisasi (23 Februari 2026)
- Optimalisasi Rantai Pasok dan Limbah Sawit: Kunci Nilai Tambah Industri (25 Maret 2026)
- Inovasi dan Tantangan dalam Industri Kelapa Sawit Indonesia di Kancah Global (23 Februari 2026)
- Industri Sawit Indonesia Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan Pekerja (6 Maret 2026)
Dalam konteks yang lebih luas, industri kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan signifikan terkait dengan isu lingkungan dan keberlanjutan. Oleh karena itu, dukungan pendanaan untuk riset semacam ini menjadi sangat penting agar industri ini dapat beradaptasi dengan tuntutan global yang semakin tinggi terhadap praktik perkebunan yang bertanggung jawab.
Keberhasilan ITS menjadi sorotan karena mampu menunjukkan bahwa sektor pendidikan dan riset di Indonesia dapat berperan aktif dalam mendorong inovasi yang mendukung keberlanjutan. Ini adalah langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa industri kelapa sawit tidak hanya mengutamakan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.
Sumber:
- ITS Raih Pendanaan 10 Miliar GRS 2024 untuk Inovasi Kelapa Sawit — Hai Sawit (2024-12-01)