Inisiatif Intercropping Petani Sawit Jambi untuk Meningkatkan Produktivitas

Petani sedang memanen tandan buah segar kelapa sawit di kebun, menunjukkan proses penting dalam industri kelapa sawit Indonesia.
Petani kelapa sawit di Jambi berkolaborasi dengan PTPN IV PalmCo untuk mengembangkan lahan intercropping padi gogo, sebagai bagian dari program peningkatan produktivitas pertanian.
Para petani kelapa sawit di Jambi mengambil langkah inovatif dengan menyediakan lahan seluas 140,62 hektar untuk intercropping padi gogo. Inisiatif yang melibatkan koperasi unit desa (KUD) Dwi Jaya ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian serta mendiversifikasi hasil pertanian mereka.
Lokasi proyek ini terletak di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Sungai Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi. Melalui kerjasama dengan PTPN IV PalmCo, petani menerapkan sistem tumpang sari yang dikenal dengan intercropping. Sistem ini memungkinkan petani untuk memanfaatkan lahan secara lebih efisien, di mana lahan yang sebelumnya didominasi oleh tanaman kelapa sawit kini juga ditanami padi gogo.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program TAMPAN (Tanam Padi PTPN) yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian. Dalam pernyataan resminya, Jatmiko menyebutkan bahwa program ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomis bagi petani, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.
- Pelatihan Bercocok Tanam Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit di Jambi (1 April 2026)
- Pergerakan Harga TBS Sawit dan Pelatihan Petani di Indonesia: Dinamika dan Upaya Peningkatan Kompetensi (23 Februari 2026)
- Inovasi Perkebunan Sawit: Tumpang Sisi Padi dan Peningkatan Harga TBS (23 Februari 2026)
- Kenaikan Nilai Tukar Petani di Kepulauan Bangka Belitung: Indikator Positif bagi Ekonomi Pertanian (22 Februari 2026)
Melalui metode intercropping, diharapkan petani dapat meraih keuntungan ganda. Selain dari hasil panen kelapa sawit, mereka juga akan mendapatkan hasil dari padi gogo yang ditanam di antara tanaman sawit. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan petani dan meningkatkan keberlanjutan praktik pertanian di daerah tersebut.
Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen petani dan PTPN IV PalmCo dalam mengintegrasikan pertanian kelapa sawit dengan usaha tani lainnya, sehingga menciptakan ekosistem pertanian yang lebih beragam dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan lahan secara optimal, diharapkan petani dapat meningkatkan pendapatan mereka sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lainnya di Indonesia dalam menggali potensi lahan mereka secara maksimal. Dengan penerapan praktik pertanian yang inovatif, para petani tidak hanya fokus pada satu jenis tanaman, tetapi juga membuka peluang baru untuk diversifikasi hasil pertanian yang lebih menguntungkan.
Sumber:
- Petani Sawit di Jambi Sediakan 140,62 Ha Lahan untuk Intercropping Padi Gogo — Media Perkebunan (2025-02-23)