BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Perdagangan

Indonesia Targetkan Ekspor Sawit Melonjak di 2025 dengan Dukungan Kebijakan Baru

31 Juli 2025|Target Ekspor Sawit 2025
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Indonesia Targetkan Ekspor Sawit Melonjak di 2025 dengan Dukungan Kebijakan Baru

Amran menyampaikan pidato di Istana Negara mengenai kebijakan baru untuk mendukung industri kelapa sawit Indonesia.

Indonesia berambisi meningkatkan ekspor minyak sawit ke beberapa negara, termasuk India dan Kanada, seiring dengan adanya pemangkasan tarif dan kesepakatan perdagangan.

(2025/07/31) Indonesia menyaksikan peluang baru dalam sektor ekspor minyak sawitnya dengan berbagai kebijakan yang mendukung. Pada tahun 2025, Indonesia menargetkan ekspor minyak sawit ke India mencapai 5 juta ton, naik dari 4,8 juta ton di tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh keputusan pemerintah India untuk memangkas bea masuk impor minyak sawit mentah (CPO) dari 20% menjadi 10%. Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menyatakan bahwa penyesuaian tarif ini memberikan peluang besar bagi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Dalam konteks ini, Eddy Martono juga menjelaskan bahwa penurunan tarif impor ke Amerika Serikat dari 34% menjadi 19% merupakan langkah positif meskipun belum signifikan. Menurutnya, masih ada potensi penurunan tarif lebih lanjut berkat klausul dalam perjanjian dagang yang memungkinkan produk yang tidak diproduksi di AS untuk dipertimbangkan pengenaan tarif yang lebih rendah. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya saing ekspor sawit Indonesia di pasar AS.

Selain India dan Amerika Serikat, Indonesia juga menjalin hubungan lebih erat dengan Kanada. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong peningkatan ekspor CPO ke Kanada, menargetkan Indonesia menjadi eksportir utama. Dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Pangan Kanada, Heath MacDonald, Amran menekankan perlunya kemitraan yang saling menguntungkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan global.

Lebih jauh lagi, Indonesia juga tengah mempersiapkan penandatanganan perjanjian Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada September 2025. Dalam perjanjian ini, Indonesia berpeluang mendapatkan tarif bea masuk 0% untuk ekspor CPO dengan kuota maksimal 1 juta ton per tahun. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pembebasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Eropa.

Dari keseluruhan perkembangan ini, terlihat jelas bahwa Indonesia berusaha memanfaatkan berbagai kebijakan internasional untuk memperkuat posisi sebagai eksportir utama minyak sawit di pasar global. Dengan adanya pemangkasan tarif dan kesepakatan perdagangan yang saling menguntungkan, harapannya ekspor sawit Indonesia dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Sumber:

  • Indonesia Targetkan Ekspor Sawit ke India Tembus 5 Juta Ton pada 2025, Didukung Pemangkasan Tarif dan Kolaborasi Benih โ€” Info Sawit (2025-07-31)
  • Gapki Yakin Ekspor Sawit ke AS Tetap Kuat meski Indonesia Kena Tarif 19% โ€” Kontan (2025-07-31)
  • Mentan Amran Dorong RI Jadi Eksportir Utama CPO ke Kanada โ€” Hortus (2025-07-31)
  • Kena Tarif 0%, Indonesia Bisa Ekspor CPO 1 Juta Ton per Tahun ke Eropa โ€” Liputan6 (2025-07-31)
  • IEU-CEPA Diteken September, 1 Juta Ton CPO RI ke Eropa Dapat Tarif 0% โ€” CNBC (2025-07-31)