Indonesia Memperkuat Kerja Sama Ekspor Pertanian dan Perdagangan Global

Airlangga Hartarto memberikan pidato terkait perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta.
Indonesia sedang memperkuat kerja sama ekspor di sektor pertanian dengan Turki dan Uni Eropa, serta mempersiapkan partisipasi di World Expo 2025 Osaka.
Indonesia terus memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan global, khususnya di sektor pertanian dan kelapa sawit. Kerja sama yang baru saja terjalin dengan Turki dan Uni Eropa menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan ekspor komoditas unggulan, termasuk kelapa sawit, yang merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara.
Pada 12 Februari 2025, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Pertanian dan Kehutanan Republik Turki, İbrahim Yumaklı, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Istana Bogor. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama di sektor pertanian, dengan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas unggulan yang akan diekspor ke pasar Turki. MoU ini diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor produk pertanian Indonesia secara keseluruhan.
Dalam konteks global, Uni Eropa juga menjadi mitra dagang penting bagi Indonesia. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa Uni Eropa merupakan tujuan ekspor kelima terbesar dan negara asal impor ketiga bagi Indonesia. Pada periode Januari hingga November 2024, total ekspor Indonesia ke Uni Eropa mencapai 16 miliar USD, sementara impor dari Uni Eropa mencapai 11,6 miliar USD. Komoditas utama yang diekspor ke Uni Eropa termasuk minyak kelapa sawit dan turunannya, yang merupakan salah satu pilar ekonomi Indonesia.
- Penggunaan Minyak Sawit Global Meningkat di Tengah Isu Eropa dan China (31 Maret 2026)
- Kesepakatan IEU-CEPA: Peluang Baru bagi Ekspor Indonesia ke Uni Eropa (23 Februari 2026)
- Peningkatan Kerjasama Investasi dan Keberlanjutan di Sektor Kelapa Sawit Indonesia (23 Februari 2026)
- Kalimantan Tengah Siap Hadapi Tantangan Pasar Eropa untuk Ekspor Sawit (25 Maret 2026)
Dengan dukungan dari kedua pasar tersebut, pemerintah Indonesia optimis untuk meningkatkan pendapatan nasional melalui ekspor. Selain itu, Indonesia juga berfokus pada partisipasinya di World Expo 2025 Osaka, yang akan berlangsung dari 13 April hingga 13 Oktober 2025. Dalam acara ini, Indonesia menargetkan kedatangan 3,5 juta pengunjung untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, serta inovasi yang dimiliki.
Paviliun Indonesia seluas 1.750 m² akan menampilkan kombinasi antara tradisi dan modernitas, serta mengedepankan tema "Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future". Partisipasi di World Expo ini diharapkan dapat menarik minat investor asing, serta memperkuat citra Indonesia di kancah internasional.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama dengan Turki dan Uni Eropa, serta partisipasinya di World Expo 2025, menunjukkan strategi yang terencana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan ekspor. Dengan fokus pada kelapa sawit sebagai salah satu komoditas unggulan, Indonesia berupaya untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen terbesar di dunia sekaligus menjalin hubungan yang lebih erat dengan mitra dagang internasional.
Sumber:
- Indonesia-Turki Sepakati Kerja Sama Ekspor Pertanian, Kelapa Sawit Jadi Salah Satu Komoditas Unggulan — Hai Sawit (2025-02-14)
- World Expo 2025 Osaka RI Siap Pamer, Gaet Investor & Genjot Ekspor — CNBC (2025-02-14)
- Indonesia Perkuat Kemitraan Dagang dengan Uni Eropa Via IEU-CEPA, Sawit Jadi Komoditas Perdagangan Utama — Info Sawit (2025-02-14)