Kesepakatan IEU-CEPA: Peluang Baru bagi Ekspor Indonesia ke Uni Eropa

Prabowo memberikan pidato di Brussels untuk membahas industri kelapa sawit Indonesia dan isu-isu terkait.
Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) hampir rampung, memberikan harapan baru bagi pelaku usaha Indonesia dengan penghapusan tarif impor untuk banyak produk.
Indonesia dan Uni Eropa semakin mendekati penyelesaian perjanjian perdagangan yang diharapkan dapat membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah memasuki tahap akhir dan tidak ada lagi kendala substansial yang tersisa.
Setelah lebih dari sembilan tahun negosiasi, proses ini menunjukkan kemajuan signifikan dengan kesepakatan untuk menghapus tarif impor bagi berbagai produk Indonesia. Dalam konferensi pers yang diadakan pada 7 Juni 2025, Airlangga menyatakan bahwa sekitar 80% produk dari Indonesia, termasuk sepatu dan kelapa sawit, akan bebas dari bea masuk saat memasuki pasar Uni Eropa.
Airlangga menegaskan bahwa penyelesaian draf perjanjian ini merupakan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk meningkatkan hubungan dagang dan investasi yang saling menguntungkan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan memperkuat industri dalam negeri, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha.
- Ekspor Minyak Sawit Indonesia Terus Melaju, Tantangan Global Mengintai (22 Februari 2026)
- Peningkatan Kerjasama Investasi dan Keberlanjutan di Sektor Kelapa Sawit Indonesia (23 Februari 2026)
- Perdagangan Kelapa Sawit RI-Malaysia Meningkat di Tengah Tantangan Global (22 Februari 2026)
- Kerjasama Kelapa Sawit di Asia Tenggara di Tengah Tekanan Regulasi Uni Eropa (22 Februari 2026)
Dalam pertemuan bilateral dengan Komisaris Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maros Sefcovic, Airlangga menyampaikan bahwa semua isu teknis telah diselesaikan dalam putaran terakhir perundingan. Dengan status perundingan yang telah selesai, pemerintah Indonesia optimis bahwa IEU-CEPA akan segera rampung dan dapat diimplementasikan dalam waktu dekat.
Perjanjian ini tidak hanya menjadi angin segar bagi sektor ekspor Indonesia, tetapi juga mencerminkan upaya Indonesia untuk memperkuat posisinya di pasar global melalui perjanjian perdagangan strategis. Dengan adanya kesepakatan ini, Indonesia diharapkan dapat meraih peluang besar dalam memasarkan produknya di Eropa, yang merupakan salah satu pasar terbesar di dunia.
Dengan demikian, IEU-CEPA diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan bagi peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas. Pelaku usaha di Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar mereka di benua biru.
Sumber:
- IEU-CEPA Segera Rampung, Airlangga: Kedua Pihak Sepakat Tak Ada Ganjalan โ Detik (2025-06-07)
- Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa Masuk Tahap Final, RI Bisa Dapat Tarif 0% โ Detik (2025-06-07)
- Airlangga Sebut IEU CEPA Tinggal Finalisasi, Tak Ada Ganjalan Tersisa โ CNN (2025-06-07)
- Ekspor Sepatu hingga Sawit RI ke Eropa Bakal Bebas Bea Masuk, IEU-CEPA Dikebut โ Bisnis Indonesia (2025-06-07)
- Perjanjian Dagang Hampir Beres, 80% Produk RI Bisa Bebas Tarif Masuk Uni Eropa โ Detik (2025-06-07)