BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga TBS dan Minyak Sawit: Tantangan di Tengah Dinamika Pasar Global

22 Februari 2026|Harga TBS dan minyak sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS dan Minyak Sawit: Tantangan di Tengah Dinamika Pasar Global

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga tandan buah segar (TBS) di Jambi tetap stabil sementara harga minyak sawit berjangka Malaysia mengalami penurunan, mencerminkan tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit.

Industri kelapa sawit Indonesia menghadapi dinamika yang menarik, di mana harga tandan buah segar (TBS) di Provinsi Jambi tetap stabil untuk periode 3-9 Januari 2025, sementara harga minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia mengalami penurunan akibat aksi jual. Hal ini menunjukkan tantangan yang sedang dihadapi oleh petani dan pelaku industri dalam mengelola situasi pasar yang fluktuatif.

Di Jambi, Dinas Perkebunan (Disbun) memutuskan untuk menggunakan kembali harga TBS dari periode sebelumnya, yaitu untuk periode 27 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. Putri Rainum, mantan pejabat di Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena data invoice minyak sawit mentah (CPO) yang diperlukan untuk menentukan harga tidak sesuai atau tidak valid. Selain itu, kurangnya data penjualan palm kernel yang juga tidak tersedia untuk periode tersebut turut mempengaruhi keputusan ini. Keputusan ini dapat dilihat sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh industri dalam mendapatkan data yang akurat dan terpercaya, yang sangat penting untuk menentukan harga yang adil bagi petani sawit.

Sementara itu, di pasar internasional, harga minyak sawit berjangka Malaysia menunjukkan tren penurunan pada Kamis, 2 Januari 2025. Harga kontrak acuan untuk pengiriman Maret 2025 tercatat turun sebesar 1,33%, menjadi RM 4.389 (sekitar US$ 980,56) per metrik ton. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat naik hingga 1,8% di awal perdagangan, didorong oleh pergerakan positif minyak kedelai di Dalian, yang merupakan salah satu pesaing utama minyak sawit. Namun, kurangnya berita pendukung yang kuat menyebabkan aksi jual terjadi, mengakibatkan harga turun. Seorang pedagang berbasis di Kuala Lumpur menyatakan bahwa tidak adanya tindak lanjut yang cukup untuk mempertahankan momentum kenaikan menjadi faktor utama di balik penurunan tersebut.

Fluktuasi harga ini menjadi perhatian serius bagi para petani dan industri kelapa sawit di Indonesia, mengingat dampaknya terhadap pendapatan mereka. Stabilitas harga TBS di tingkat lokal di Jambi dapat memberikan sedikit kelegaan bagi petani, namun tantangan yang lebih besar tetap ada di pasar internasional. Dalam konteks ini, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan pasar dan mencari solusi untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar global.

Dengan berbagai tantangan yang ada, baik di tingkat lokal maupun internasional, industri kelapa sawit Indonesia perlu beradaptasi dan berinovasi untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Sumber:

  • Disbun Jambi Gunakan Kembali Harga TBS Lama untuk Periode 3-9 Januari 2025, Ini Penyebabnya! โ€” Media Perkebunan (2025-01-02)
  • Harga Minyak Sawit Bursa Berjangka Malaysia Turun Pada Kamis (2 per 1), Dipicu Aksi Jual โ€” Info Sawit (2025-01-02)