BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga TBS dan CPO Sawit Menguat di Tengah Ketidakpastian Pasar

23 Februari 2026|Harga TBS dan CPO Menguat
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS dan CPO Sawit Menguat di Tengah Ketidakpastian Pasar

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Harga TBS dan CPO sawit menunjukkan tren penguatan di Sumatera Utara, meskipun harga minyak kelapa sawit secara keseluruhan masih mengalami tekanan. Analisis pasar mengungkapkan penyebab dibalik fluktuasi ini.

Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Utara menunjukkan penguatan signifikan pada pekan ini, menjadi Rp 3.447 per kg untuk periode 23-27 Mei 2025. Pergerakan ini menandai pemulihan setelah beberapa pekan sebelumnya mengalami penurunan. Data dari Dinas Perkebunan (Disbun) Sumut mencatat bahwa harga TBS sebelumnya berada di Rp 3.311 per kg.

Penguatan harga TBS ini juga diikuti oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) yang tercatat sebesar Rp 13.688, naik dari Rp 12.975. Namun, di sisi lain, harga kernel lokal mengalami penurunan menjadi Rp 13.043, dari sebelumnya Rp 13.299. Rincian harga TBS sawit juga menunjukkan variasi berdasarkan usia tanaman, dengan TBS usia 3 tahun dihargai Rp 2.667.

Sementara itu, di tingkat nasional, harga CPO mengalami penyesuaian pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) dengan harga penawaran tertinggi sebesar Rp 13.271 per kg pada Jumat (22/5/2025). Meskipun ada penawaran, harga CPO ini turun 0,59% dari Rp 13.350 per kg pada hari sebelumnya. Di pasar internasional, harga kontrak minyak sawit di Bursa Malaysia juga mengalami penguatan, mencatatkan kenaikan mingguan yang positif, meskipun volatilitas tetap tinggi.

Dari perspektif pasar, harga komoditas secara umum terpantau lesu pada penutupan perdagangan Kamis (22/5), termasuk minyak mentah dan batu bara yang turun di bawah 1 persen. Penurunan harga ini sebagian besar disebabkan oleh risiko peningkatan pasokan yang dapat melampaui pertumbuhan permintaan. Di sisi lain, minyak kelapa sawit melemah akibat menurunnya permintaan serta fluktuasi harga komoditas mineral lainnya yang dipengaruhi oleh berkurangnya ketegangan antara China dan AS.

Melihat kondisi ini, para pelaku pasar harus tetap waspada terhadap dinamika yang terjadi di sektor kelapa sawit. Kenaikan harga TBS dan CPO di satu sisi menunjukkan potensi pemulihan, tetapi di sisi lain, tekanan dari faktor eksternal dan internal dapat memengaruhi stabilitas harga ke depannya. Oleh karena itu, penting bagi petani dan pengusaha untuk terus memantau perkembangan pasar agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menjalankan usaha mereka.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit-CPO di Sumut Mulai Menguat Pekan Ini โ€” Detik (2025-05-23)
  • Harga CPO KPBN Inacom WD pada Jumat (23 per 5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Menguat โ€” Info Sawit (2025-05-23)
  • Harga Komoditas Lesu, Sawit Anjlok Paling Dalam Nyaris 2 Persen โ€” Kumparan (2025-05-23)