BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga Kelapa Sawit Swadaya Sumut Pekan Ini Rp2.700–Rp3.360 per kg, Permintaan PKS Dorong Selisih Wilayah

26 Juni 2026|Harga kelapa sawit Sumut
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga Kelapa Sawit Swadaya Sumut Pekan Ini Rp2.700–Rp3.360 per kg, Permintaan PKS Dorong Selisih Wilayah

Buah sawit berserakan dengan uang receh di meja kayu suram, melambangkan harga sawit yang turun dan tekanan terhadap pendapatan petani.

Harga kelapa sawit petani swadaya Sumut minggu ini berkisar Rp2.700–Rp3.360/kg, dengan Mandailing Natal tercatat tertinggi Rp3.360/kg.

(2026/06/26) Harga kelapa sawit milik petani swadaya di Sumatera Utara pekan ini berkisar Rp2.700–Rp3.365 per kilogram, dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tercatat paling tinggi di Rp3.360/kg.

Data Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara yang dilaporkan oleh elaeis.co menunjukkan variasi harga antarkabupaten yang cukup lebar: harga di Labuhan Batu Selatan Rp3.150/kg, Serdang Bedagai dan Padang Lawas masing-masing Rp3.050/kg, serta Langkat Rp2.965/kg.

Beberapa kabupaten lain juga dilaporkan: Tapanuli Selatan Rp2.910/kg, Asahan dan Padang Lawas Utara Rp2.900/kg, Tapanuli Tengah Rp2.870/kg, Pakpak Bharat Rp2.860/kg, Simalungun Rp2.855/kg, dan Labuhan Batu sekitar Rp2.820/kg.

Level terendah tercatat di Kabupaten Labuhan Batu Utara Rp2.700/kg dan Batu Bara Rp2.750/kg, sedangkan Deli Serdang tercatat Rp2.800/kg. Laporan menyatakan bahwa faktor penentu perbedaan harga meliputi jarak kebun ke pabrik, kualitas buah, tingkat rendemen, kapasitas serapan pabrik kelapa sawit (PKS), serta kondisi pasokan lokal.

Harga tertinggi di Madina pada Rp3.360/kg, menurut laporan, mencerminkan masih kuatnya permintaan pabrik terhadap pasokan buah dari petani swadaya di wilayah tersebut. Data ini konsisten dengan pola musiman di mana serapan PKS di beberapa kabupaten tertentu meningkat saat pasokan dari kebun mayoritas petani mengalami fluktuasi.

Untuk konteks yang lebih luas, statistik nasional menunjukkan produksi tandan buah segar (TBS) dan CPO berfluktuasi kuartal-ke-kuartal akibat musim panen dan kapasitas kilang; misalnya catatan produksi nasional tahun sebelumnya menunjukkan variasi musiman yang memengaruhi harga provinsi seperti Sumut. Kebijakan biodiesel B35 dan instruksi pengolahan di tingkat pabrik turut memengaruhi serapan CPO oleh pabrik dan permintaan TBS lokal.

Dinas Perkebunan Sumut menguraikan faktor-faktor teknis yang mempengaruhi harga, termasuk rendemen dan kapasitas serapan PKS, sementara catatan distribusi harga per kabupaten memudahkan pelaku rantai pasok untuk menilai arus pasokan lokal dan biaya logistik ke pabrik terdekat.

Impak langsung bagi petani swadaya tercermin pada rentang harga Rp2.700–Rp3.360/kg yang dilaporkan; perbedaan lebih dari Rp600/kg antar wilayah menunjukkan faktor transportasi dan serapan pabrik menjadi variabel penentu pendapatan petani pekan ini. Laporan juga menyebutkan bahwa kualitas buah dan rendemen menjadi penentu lain yang dapat mendorong pabrik membayar premi di lokasi tertentu.

Ke depan, agenda regulasi dan jadwal panen regional menjadi katalis utama untuk pergerakan harga lokal. Misalnya, pelaksanaan kebijakan biodiesel dan persyaratan sertifikasi seperti ISPO atau aturan ekspor dapat mengubah permintaan pabrik dan aliran perdagangan CPO dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber: