Harga CPO Turun Tipis di Pasar Indonesia dan Bursa Malaysia

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia menunjukkan penurunan tipis, seiring dengan melemahnya harga di Bursa Malaysia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami penurunan kecil pada Kamis, 22 Mei 2025, dengan penetapan harga oleh PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mencapai Rp13.350/kg. Penurunan ini mencerminkan kondisi pasar yang tidak stabil, di mana harga CPO turun sekitar 0,37% atau Rp50/kg dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Menurut informasi yang diperoleh, harga CPO Franco Dumai juga ditetapkan di angka yang sama, yaitu Rp13.350/kg. Namun, terdapat fenomena withdraw di beberapa lokasi, seperti di Franco Belawan dan Kuala Tanjung, di mana harga penawaran tertinggi masing-masing adalah Rp13.195/kg dan Rp13.330/kg. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan dan penawaran di pasar lokal masih berfluktuasi.
Sementara itu, di tingkat internasional, harga kontrak minyak sawit di Bursa Malaysia kembali menunjukkan penurunan. Ini merupakan tanda bahwa pasar global juga sedang menghadapi tantangan, yang berpotensi memengaruhi kestabilan harga CPO di pasar domestik. Penurunan harga di Bursa Malaysia terjadi setelah peningkatan sebelumnya, menunjukkan bahwa pasar minyak sawit global sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cuaca, kebijakan pemerintah, dan permintaan dari negara pengimpor utama.
- Harga TBS Sawit Riau Naik Menjadi Rp 3.950,63 per Kg di Awal April 2026 (31 Maret 2026)
- Harga CPO Naik Dorong Laba Cisadane Sawit Raya dan Saham Perkebunan Menguat (28 Maret 2026)
- Harga CPO Naik Menjadi Rp16.050 per Kg, Proyeksi Kenaikan Berlanjut (31 Maret 2026)
- Kinerja CPO Positif 2026, Petani Minta Cangkang Dihitung dalam Harga (29 Maret 2026)
Dengan harga CPO yang kini berada di bawah Rp13.400/kg, para petani dan pelaku industri kelapa sawit di Indonesia harus menghadapi kenyataan bahwa profitabilitas mereka dapat tertekan. Hal ini menjadi perhatian utama, mengingat kelapa sawit merupakan salah satu komoditas penting yang menyokong ekonomi negara dan kehidupan jutaan petani kecil di seluruh Indonesia.
Para analis pasar memperkirakan bahwa fluktuasi harga ini bisa berlangsung dalam jangka pendek seiring dengan dinamika permintaan global dan situasi pasar domestik yang masih belum stabil. Oleh karena itu, pemangku kepentingan di industri kelapa sawit perlu memperhatikan perkembangan ini dan mempersiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan yang ada.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Kamis (22 per 5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Melemah — Info Sawit (2025-05-22)