Harga CPO Turun, Mendag Pastikan Stabilitas Minyak Goreng

Gambar menunjukkan minyak goreng berkualitas tinggi, produk hilir penting dari industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang.
Menteri Perdagangan memastikan harga minyak goreng tetap stabil meskipun harga CPO berpotensi naik hingga US$1.000 per ton, dengan harga CPO hari ini tercatat Rp15.500/kg.
(2026/03/13) Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami penurunan menjadi Rp15.500 per kilogram pada 13 Maret 2026, di tengah kekhawatiran akan lonjakan harga hingga US$1.000 per ton. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa harga minyak goreng di dalam negeri tetap terjaga dan tidak menunjukkan tanda-tanda kenaikan signifikan.
Dalam beberapa waktu terakhir, industri sawit Indonesia menghadapi ancaman fluktuasi harga, terutama dengan prediksi kenaikan harga CPO yang dapat mempengaruhi biaya produksi. CPO merupakan bahan baku utama untuk minyak goreng, dan setiap perubahan harga dapat berdampak langsung pada harga barang di pasar. Namun, Budi Santoso memastikan bahwa stabilitas harga minyak goreng masih terjaga, meskipun ada prediksi harga CPO yang meningkat.
Data dari PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menunjukkan bahwa pada hari ini, harga CPO mengalami penurunan sebesar Rp155/kg atau sekitar 0,99% dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai Rp15.655/kg. Harga CPO Franco Dumai dibuka pada Rp15.500/kg, sementara harga CPO Franco Teluk Bayur dan CPO FOB Talang Duku masing-masing dibuka pada Rp15.645/kg dan Rp15.575/kg. Ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat penawaran tertinggi, volatilitas harga CPO tetap terjadi di pasar.
- Kenaikan Produksi dan Ekspor CPO Serta Dampak Inflasi Terhadap Harga Minyak Goreng (22 Februari 2026)
- Pergerakan Harga Minyak Goreng dan CPO: Tren Baru di Medan dan Bursa (23 Februari 2026)
- Dukungan GIMNI untuk Kenaikan HET Minyak Goreng di Tengah Harga TBS dan CPO yang Meningkat (22 Februari 2026)
- Kenaikan Harga CPO dan Tantangan Distribusi Minyak Goreng di Indonesia (22 Februari 2026)
Proyeksi untuk masa depan menunjukkan bahwa harga CPO mungkin masih akan terpengaruh oleh dinamika pasar global. Meski Mendag menyatakan bahwa harga minyak goreng tidak akan mencapai Rp20 ribu per liter, fluktuasi harga CPO tetap menjadi perhatian utama bagi pelaku industri sawit. Jika prediksi harga CPO mencapai US$1.000 per ton terwujud, hal ini dapat memicu kenaikan harga di sektor hilir, seperti minyak goreng.
Dalam konteks yang lebih luas, kestabilan harga minyak goreng sangat penting bagi masyarakat Indonesia, yang tergantung pada produk ini sebagai bahan pokok. Oleh karena itu, langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga harus menjadi prioritas bagi pemerintah dan semua pemangku kepentingan di industri sawit. Penjagaan harga CPO dan minyak goreng juga mencerminkan respons pemerintah terhadap dinamika pasar yang berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Jumat (13 per 3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat โ Info Sawit (2026-03-13)
- Mendag Pastikan Harga Minyak Goreng Terjaga Meski CPO Makin Mahal โ CNN (2026-03-13)