BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO Mengalami Fluktuasi di Tengah Tantangan Ekonomi Global

22 Februari 2026|Fluktuasi Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO Mengalami Fluktuasi di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Harga minyak sawit mentah (CPO) menunjukkan tren fluktuatif akibat tekanan dari pasar global dan kebijakan perdagangan, namun ada harapan dari kenaikan harga referensi yang ditetapkan pemerintah.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia dan Malaysia mengalami fluktuasi yang signifikan, dipicu oleh berbagai faktor mulai dari penawaran dan permintaan hingga kondisi ekonomi global. Pada Rabu, 9 April 2025, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat pada angka Rp14.179/kg, menurun 4,2% dari harga sebelumnya yang mencapai Rp14.800/kg. Penurunan ini menjadi salah satu indikator bahwa pasar CPO sedang dalam kondisi tidak stabil.

Di Bursa Malaysia, harga kontrak berjangka CPO juga menunjukkan tren melemah, dengan harga turun 45 ringgit atau 1,07 persen menjadi RM4.143 per metrik ton. Penurunan harga ini disebabkan oleh melemahnya harga minyak nabati saingan di bursa Dalian dan Chicago, serta kekhawatiran pasar mengenai potensi resesi global yang dapat mempengaruhi permintaan minyak sawit.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menetapkan Harga Referensi CPO untuk periode April 2025 sebesar USD 961,54 per metrik ton, mengalami kenaikan sebesar USD 7,03 atau 0,74 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Isy Karim, menjelaskan bahwa kenaikan harga referensi ini dipengaruhi oleh penurunan permintaan dari negara-negara seperti India dan Tiongkok serta rendahnya suplai akibat curah hujan tinggi di wilayah Sumatra dan Malaysia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyoroti pentingnya sektor CPO sebagai penopang penerimaan negara di tengah tantangan kebijakan perdagangan global, termasuk tarif impor yang dikenakan oleh Amerika Serikat. Dalam sebuah forum ekonomi, ia menyatakan bahwa meskipun ada tekanan dari Tarif Trump yang mulai berlaku pada 9 April 2025, penerimaan negara masih mendapatkan dukungan dari harga CPO yang membaik.

Dengan kondisi pasar yang fluktuatif, pelaku industri berharap adanya stabilitas harga ke depan agar sektor kelapa sawit dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun tantangan dari pasar global dan kebijakan perdagangan terus mengemuka, sektor ini tetap menjadi salah satu andalan bagi pendapatan negara.

Sumber:

  • Harga CPO KPBN Inacom Withdraw pada Rabu (9 per 4), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Melemah โ€” Info Sawit (2025-04-09)
  • Harga CPO Malaysia Melemah, Tertekan Minyak Nabati Saingan dan Kekhawatiran Resesi Global โ€” Info Sawit (2025-04-09)
  • Harga Referensi CPO Menguat, Biji Kakao Melemah Periode April 2025 โ€” Hortus (2025-04-09)
  • Menkeu Sri Mulyani: Harga CPO Membaik, Jadi Penopang Penerimaan Negara di Tengah Tarif Trump โ€” Hai Sawit (2025-04-09)