Harga CPO Maret 2026 Naik 2,22% Terkait Permintaan India dan Tiongkok

Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi Indonesia, membahas kerjasama industri kelapa sawit dalam konteks investasi dan perdagangan.
Kenaikan harga CPO Maret 2026 menjadi USD 938,87 per metrik ton didorong oleh lonjakan permintaan dari India dan Tiongkok, serta pengaruh geopolitik global.
(2026/03/07) Kementerian Perdagangan Indonesia menetapkan harga referensi minyak kelapa sawit mentah (CPO) untuk Maret 2026 sebesar USD 938,87 per metrik ton, mengalami kenaikan 2,22% akibat lonjakan permintaan dari India dan Tiongkok. Permintaan yang tinggi ini terjadi bersamaan dengan penyesuaian tarif Bea Keluar dan Pungutan Ekspor.
Penguatan harga CPO ini sangat relevan bagi industri sawit Indonesia, yang merupakan salah satu penghasil terbesar di dunia. Lonjakan permintaan dari negara-negara besar seperti India dan Tiongkok membuat pasar semakin kompetitif. Kenaikan harga ini juga diperkuat dengan adanya pengaruh geopolitik yang menyebabkan fluktuasi harga minyak global.
Sementara itu, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani juga menunjukkan tren positif. Provinsi Sumatera Barat mencatatkan harga TBS tertinggi dengan harga Rp3.668,21 per kilogram. Kenaikan harga TBS ini didorong oleh harga CPO rata-rata yang saat ini berada pada Rp14.138,61 per kilogram. Harga CPO ini tercatat meningkat dari Rp14.190 per kilogram menjadi Rp14.950 per kilogram, sesuai dengan laporan dari petani di Aceh.
- Harga TBS dan CPO di Sumut Alami Kenaikan Signifikan Pekan Ini (1 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga TBS Sawit Riau Naik Menjadi Rp 3.950,63 per Kg di Awal April 2026 (31 Maret 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
Di pasar berjangka, harga CPO di Bursa Malaysia juga diperkirakan akan meningkat. Kontrak Maret 2026 mengalami kenaikan RM261 menjadi RM4.250 per ton, dan diperkirakan akan berada dalam rentang RM4.200 hingga RM4.450 per ton pekan depan. Kenaikan ini didorong oleh harga minyak mentah yang semakin tinggi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta indikasi produksi yang lebih lemah di pasar.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa dengan meningkatnya permintaan dari negara-negara besar dan penguatan harga minyak mentah, harga CPO diharapkan akan terus mengalami tren positif. Ini menjadi kabar baik bagi para petani dan pelaku industri sawit di Indonesia yang selama ini berjuang menghadapi fluktuasi harga yang tidak menentu.
Secara keseluruhan, dinamika pasar global yang menguat dan permintaan yang meningkat diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi industri sawit Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa industri sawit mampu beradaptasi dengan kondisi pasar global yang terus berubah, serta memberikan harapan bagi para petani dan pelaku usaha di sektor ini.
Sumber:
- India dan Tiongkok Borong Sawit, Harga Referensi CPO Maret 2026 Terkerek Naik โ Hai Sawit (2026-03-07)
- HIP Biodiesel Maret 2026 Ditetapkan Rp13.980 per Liter, Mengacu Harga CPO Rp14.639 per Kg โ Info Sawit (2026-03-07)
- 6 Provinsi Harga TBS Sawit Tertinggi di Minggu I Maret 2026, Sumbar Juaranya โ Sawit Indonesia (2026-03-07)
- CPO Futures Set To Trade Higher Next Week On Rising Crude Oil Prices โ Bernama (2026-03-07)
- Pasar Global Menguat, Harga Sawit Petani Perlahan Naik โ RRI (2026-03-07)