BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO dan Komoditas Lainnya Tertekan oleh Dinamika Global

22 Februari 2026|Penurunan Harga CPO Malaysia
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO dan Komoditas Lainnya Tertekan oleh Dinamika Global

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Malaysia mengalami penurunan akibat aksi ambil untung dan pengaruh tarif baru dari AS, sementara harga kelapa juga berfluktuasi menjelang Lebaran.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Malaysia mengalami penurunan yang signifikan setelah mengalami penguatan selama empat sesi berturut-turut. Penurunan ini terjadi pada perdagangan Kamis, seiring dengan aksi ambil untung oleh para pelaku pasar setelah pengumuman tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut laporan dari InfoSAWIT, harga kontrak CPO untuk pengiriman Juni 2025 di Bursa Malaysia Derivatives turun RM56 atau sekitar 1,24% menjadi RM4.461 (sekitar US$1.000,22) per metrik ton pada sesi istirahat siang.

Direktur di perusahaan pialang Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, menyatakan bahwa tekanan harga ini dipicu oleh kebijakan tarif baru yang memicu ketidakpastian di pasar. Meskipun harga CPO sempat berada di level MYR 4.532 per ton, analis memperkirakan bahwa harga CPO masih akan mengalami tekanan di kuartal II 2025 akibat dinamika pasar global yang belum stabil. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga menyoroti bahwa faktor eksternal seperti eskalasi perang tarif antara AS dan negara mitra serta pelemahan ekonomi China berpotensi membebani permintaan CPO ke depan.

Dalam konteks yang lebih luas, pengumuman tarif impor oleh Trump tidak hanya mempengaruhi pasar CPO, tetapi juga mengguncang harga minyak mentah global. Pada perdagangan Rabu, harga minyak mentah jatuh ke wilayah negatif setelah sempat naik. Menurut laporan Kumparan, harga minyak mentah Brent mengalami kenaikan tipis menjadi USD 74,95 per barel, sementara harga West Texas Intermediate AS naik menjadi USD 71,71 per barel. Namun, kekhawatiran akan dampak dari perang dagang yang berkepanjangan tetap membayangi pasar, sehingga memicu ketidakpastian di kalangan pelaku pasar.

Sementara itu, di sektor komoditas lainnya, harga kelapa juga mengalami fluktuasi menjelang Lebaran. Harga kelapa bulat sempat menyentuh Rp 35.000 per buah saat Lebaran, berkat tingginya permintaan yang didorong oleh ekspor. Namun, saat ini harga kelapa telah turun menjadi Rp 20.000 untuk ukuran sedang dan Rp 15.000 untuk ukuran kecil, seperti yang dilaporkan oleh Kompas. Pedagang di Pasar Rumput Jakarta menyatakan bahwa meskipun harga sudah menurun, beberapa toko masih menjual kelapa dengan harga di kisaran Rp 30.000 per buah, menunjukkan adanya variasi harga di pasar.

Fluktuasi harga di sektor kelapa dan CPO ini mencerminkan dampak dari faktor eksternal yang mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar global. Dengan adanya dinamika ini, pelaku usaha di sektor kelapa sawit dan komoditas lainnya perlu tetap waspada terhadap perubahan yang mungkin terjadi di pasar, serta mencari strategi untuk mempertahankan daya saing di tengah ketidakpastian global.

Sumber:

  • Harga CPO Malaysia Turun Akibat Aksi Ambil Untung Usai Tarif Baru Trump โ€” Info Sawit (2025-04-03)
  • Harga CPO Bertahan di Atas MYR 4.000, Tekanan Global Masih Bayangi Pasar โ€” Kontan (2025-04-03)
  • Trump Naikkan Tarif Impor, Harga Minyak Mentah Terguncang โ€” Kumparan (2025-04-03)
  • Harga Kelapa Sempat Tembus Rp 35000 Pedagang Gara Gara Ekspor โ€” Kompas (2025-04-03)