GIMNI Dorong Pemerintah Tingkatkan Tarif Ekspor POME untuk Optimalisasi Nilai Ekonomi

Eddy Abdurrachman menyampaikan pidato mengenai program BPDP untuk pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia.
GIMNI mendorong pemerintah untuk meninjau kembali tarif ekspor limbah cair kelapa sawit (POME) yang dinilai terlalu rendah, dengan harapan dapat meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi produk tersebut.
Dalam upaya mengoptimalkan potensi ekonomi dari limbah cair kelapa sawit, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mendesak pemerintah untuk menaikkan tarif ekspor POME yang saat ini hanya sebesar US$5 per ton. Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif GIMNI, menegaskan bahwa POME memiliki nilai tinggi sebagai bahan baku biofuel ramah lingkungan dan produk makanan.
Ketidakseimbangan tarif ini menjadi perhatian utama, mengingat harga ekspor minyak sawit mentah (CPO) mencapai US$113 per ton. Hal ini menciptakan ketidakadilan bagi pelaku industri dalam negeri, yang seharusnya dapat memanfaatkan limbah ini secara lebih optimal. Sahat menyatakan bahwa situasi ini menguntungkan pihak luar yang dapat mengakses POME dengan harga murah sementara Indonesia seharusnya bisa mendapatkan nilai lebih dari produk tersebut.
GIMNI juga menunjukkan bahwa dengan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional. POME yang selama ini dianggap limbah justru memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Dengan mendorong pemerintah untuk menaikkan tarif ekspor POME, GIMNI berharap dapat menciptakan insentif bagi industri untuk berinvestasi dalam teknologi pengolahan yang lebih baik.
- Dampak Kebijakan Protektif AS Terhadap Surplus Neraca Dagang Indonesia (23 Februari 2026)
- Dinamika Kebijakan dan Tantangan Industri Kelapa Sawit Indonesia (22 Februari 2026)
- Industri Kelapa Sawit Indonesia Menghadapi Peluang dan Tantangan Baru (23 Februari 2026)
- Perundingan IEU CEPA dan Peran Pers dalam Sektor Pertanian: Langkah Strategis untuk Indonesia (23 Februari 2026)
Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan upaya Indonesia untuk mencapai target keberlanjutan dalam industri kelapa sawit, di mana pengelolaan limbah menjadi salah satu fokus utama. Dengan meningkatkan nilai POME, diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dari industri kelapa sawit sekaligus memberikan keuntungan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam konteks ini, GIMNI berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder lainnya untuk menciptakan regulasi yang mendukung pengembangan industri minyak nabati yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi industri, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan.
Sumber:
- Alasan GIMNI Mendorong Pemerintah Naikkan Tarif Ekspor Limbah Cair Saw... — Hai Sawit (2024-03-22)